Kantongi Bukti Krusial, Polisi Siap Umumkan Tersangka dalam Kasus Mirna

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





b0cf132e-5b96-4668-8669-a89c59c57581_169
foto (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Polisi mengaku sudah mengantungi nama tersangka terkait dalam kasus tewasnya Wayan Mirna (27) yang tewas karena meminum kopi yang mengandung sianida. Nama tersangka nantinya akan segera diumumkna, tetapi pihak kepolisian menunggu untuk bertemu jaksa terlebih dahulu.

“Kami menggunakan teori Comisio Simocuino, itu umum dipakai dalam hukum pidana. Kontruksi yang dengan alat bukti yang kami miliki, pidana yang kami miliki, kontruksi dalam persitiwa pidana kami miliki, maka seseorang cukup layak ditingkatkan sebagai tersangka. Namun kami harus gelar atau ekspos dengan kejaksaan atau penuntut umum,” jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Senin (25/1) seperti yang dilansir dari detikcom.




Krishna mengatakan, hasil Puslabfor sudah ditandatangani dan akan segera diketahui bukti signifikan yang didapat.
“Alat bukti kami punya beberapa keterangan ahli, sudah punya. Ahli yang akan kami periksa lebih dari 6, tapi kami punya minimal 3 ahli, petunjuk kami punya, keterangan saksi kami punya,” ujarnya.

Dia juga mengaku akan benar-benar mematangkan bukti-bukti untuk menjerat tersangka kasus pembunuhan Mirna ini. Bukti-bukti ini juga dipersiapkan bila mana tersangka melakukan praperadilan.

“Kami harus menghindari kesalahan sekecil mungkin dalam proses sistem peradialn pidana misalnya salah menetapkan tersangka karena kurangnya alat bukti nanti kami di praperadilan,” jelas Krishna Murti terkait bukti-bukti yang sudah dikumpulkan pihak kepolisian.

Saksi ahli dan bukti krusial sudah disiapkan polisi, dan polisi berharap tidak akan ada celah bagi tersangka untuk mengelak nantinya. Penetapan tersangka sendiri akan dilakukan setelah bertemu dengan jaksa pada Selasa (26/10 besok.




Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah saksi sudah diperiksa oleh polisi. Jessica sebagai si pemesan kopi kerap kali diduga sebagai pelaku dalam kasus ini. Namun demikian, polisi juga memeriksa orang-orang terdekat korban lainnya, termasuk suami korban sendiri dan Hani, sahabat korban.

Hani sempat kembali dipanggil polisi untuk diperiksa. Keterangan dari Hani diperlukan antara lain mengenai kronologi ngopi bareng di kafe Oliver di Grand Indonesia.

Diketahui, Hani dan Mirna berjalan bersama menuju Oliver, sedangkan di kafe itu Jessica sudah menunggu.

“Hari ini memang betul kami periksa saksi Hani, tapi saya belum tahu hasilnya karena ada beberapa keterangan yang harus diperiksa ulang terkait kronologi peristiwa,” jelas Krishna.

Menurut Krishna dari keterangan saksi-saksi, Hani sebagai sahabat terlihat panik, jadi ada beberapa hal yang perlu diingat. Hani saat itu sibuk memberi pertolongan pada Mirna bersama pelayan kafe. Hani juga diketahui sempat mencicipi kopi Mirna, tapi kemudian ia meludahkannya.

“Hani ini kan orang panik waktu itu, ya kita tanya mungkin dia tidak ingat waktu itu apakah dia mengingat lagi karena keterangan ada yang berbeda waktu itu karena dia panik saat itu ya mungkin dia lupa, karena dia lupa ya kami ingatkan kembali,” pungkas Krishna.

Leave a Reply

Your email address will not be published.