Depresi, Seorang Ibu Rumah Tangga Nekat Bakar Diri di Medan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




wijayanti_20160125_131431




Wijayanti yang membakar dirinya di depan Suzuya Plaza Jalan Brigjend Katamso, Medan. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Pirngadi Medan, Senin (25/1) (Tribunnews)

Medan, Jelasberita.com| Seorang wanita warga Jalan Brigjend Katamso, Medan Maimun, nekat membakar dirinya sendiri pada hari Senin (25/1) di hari tadi. Warga sempat digegerkan oleh aksi nekat tersebut oleh wanita tersebut yang belakangan diketahui bernama Wijayanti (40) warga dari Jalan Besar Delitua, Lorong Banteng, Delitua.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Delitua, Ajun Komasaris Martualesi Sitepu mengatakan, kejadian itu bermulai saat Wijayanti keluar dari rumahnya tanpa sepengetahuan suaminya. Saa tiba di Jalan Brigjend Katamso, Wijayanti pun membeli sebotol bensin.

Seperti yang diberitakan oleh Tribunnews, setelah membeli bensin, korban tiba-tiba saja menyiramkan bensi tersebut ke tubuhnya, lalu dia membakar dirinya. Saat kejadin, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian langsung berupata menyelamatkan Wijayanti. Beberapa warga pun membantu menyiramkan air ke tubuh korban.

“Luka yang diderita korban ini mencapai 66 persen. Dari keterangan sementara, korban ini diduga mengalami depresi,” ujar Martualesi seperti yang dikutip dari Tribunnews.




Setelah mendapatkan laporan tentang kejadian itu, sejumlah petugas Polsek Medan Kota langsung turun ke lokasi kejadian. Polisi kemudian membawa korban ke RSUD Pirngadi Medan.

“Sekarang masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Setelah kejadian, sejumlah sekuriti swalayan tempat Wijayanti membakar diri pun dipanggil sebagai saksi. Begitu juga dengan suami Wijayanti, M Nuh Taufiq Hidayat Nasution (44) yang bekerja sebagai sopir Toko Roti Aroma juga telah dihubungi oleh pihak kepolisian. Saksi-saksi tersebut kemudian diinterogasi di RS Pirngadi.

“Hasil dari interogasi, Wijayanti dan Taufiq berumah tangga mulai 1996. Mereka memiliki satu anak kelas 3 SMK. Selama ini mereka diketahui tidak pernah cekcok. Dari interogasi, korban sudah 6 bulan mengalami depresi,” jelas Martualesi.

Martualesi juga menjelaskan, diketahui Wijayanti sejak 6 bulan lalu sudah mencoba bunuh diri dengan cara menabrakkan dirinya ke kendaraan di Simpang Abadi Tanjung Morawa. Lalu sekitar bulan Nopember 2015 lalu, korban juga pernah pergi ke Pekanbaru tanpa sepengetahuan keluarga dan suaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.