Badai Salju Reda, Warga Amerika Mulai Bersih-Bersih

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





d8ba6811-3cd3-4574-91e4-efc2cbfe6634_169
foto from Reuters

New York, Jelasberita.com| Negara Bagian New York sempat di tutup menyusul hebatnya badai salju yang menimpa negara bagian timur Amerika Serikat tersebut. Penutupan dimulai sejak Sabtu (23/1) dini hari waktu setempat. Larangan tersebut akhirny dicabut menyusul mulai redanya badai salju.

Aktivitas masyarakat New York kembali dibuka pada Minggu (24/2). Pencabutan larangan akivitas dan perjalanan tersebut disampaikan oleh Gubernur New York, Andrew Cuomo, terkait redanya badai salju yang melanda Amerika Serikat selama kurang lebih 36 jam tersebut.




Walikota Bill de Blasio, mencatat kota New York telah mengalami hujan salju terbesar kedua. Menurut pemberitaan media setempat, salju di sana mencapai ketinggian 91 cm atau lebih. Atas badai salju tersebut, 14 orang dinyatakan tewas dalam insiden salju sejak Jumat lalu.

Salah satu media di New Jersey mengatakan, seorang ibu dan anaknya meninggal karena keracunan karbon monoksida pada Sabtu malam. Menurut keterangan polisi, pipa knalpot dari mobil di mana mereka duduk ditutupi oleh salju, sehingga keadaan ibu dan putrinya yang berusia 3 tahun tersebut kritis.

Di Washington DC, beberapa kawasan masih tetap tutup dan perjalanan udara di kawasan tersebut disinyalir semakin memburuk. Ada 7000 penerbangan dibatalkan akhir pekan ini. Gangguan akibat salju ini diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Setidaknya 615 penerbangan telah dibatalkan untuk hari Senin.

Menyusul redanya badai salju tersebut, walikota Washington DC, Muriel Bowser, telah memberikan pengumuman bahwa pihaknya membutuhkan sedikitnya 4000 sukarelawan untuk membantu membersihkan salju yang menutupi kota tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, saat ini sudah ada 2000 orang yang mendaftar. Relawan-relawan tersebut akan bertugas membersihkan trotoar dan lorong-lorong.




Meski badai salju telah pergi, masih ada sisa-sisa di Long Island, New York dan Cape Cod di Massauchusetts. Kini warga di sisi timur laut berharap akan ada awan cerah, sinar matahari dan sahu di atas titik beku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.