Puncak Hujan Sampai Februari, 57 Kelurahan Di Jakarta Terancam Banjir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Banjir di Jakarta (indobolanews)
foto: Banjir di Jakarta (indobolanews)

Jakarta, Jelasberita.com|BMKG memperkirakan bahwa pada bulan Januari hingga Februari nanti merupakan puncak musim hujan bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya. Terlihat pada Jumat (22/1) malam, turun hujan yang cukup deras hingga pagi hari. menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) sendiri, ada sekitar delapan titik genangan air di Jakarta selatan, hanya karena hujan pada Jumat semalam.

 




Dilansir dari laman Tempo, data dari BPDB tersebut menyebutkan ada delapan titik antara lain, Jalan Gatot Subroto dari Pancoran ke arah Semanggi, depan Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi, depan Balai Kartini, Jalan Pondok karya Mampang, RW 02 Kelurahan Petogogan, Jalan Pancoran Barat 8, serta pasar Jagal Duren tiga.

 

pernyataan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Kilmatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak curah hujan pada Januari dan Februari, membuat BPDB melakukan pemetaan wilayah yang disinyalir rawan akan banjir di Jakarta.

 




Ndang Achadiat selaku KepalaBidang Kedaruratan dan Logistik BPDB mengungkapkan bahwa ada sekitar 125 daerah rawan banjir di seputaran Jakarta. Namun, untk tahun ini BPDB berupaya untuk fokus pada 57 Kelurahan. Hal ini dikarenakan 57 Kelurahan tersebut selalu mengalami banjir selama tiga tahun terakhir secara berturut-turut. Sedangkan untuk wilayah lain, Ndang mengakatan pihaknya akan tetap waspada, pada Sabtu (23/1).

 

Ndang juga mengungkapkan bahwa daerah di Jakarta yang terkena banjir selalu berubah-ubah. Ada yang tahun lalu banjir, tapi tahun ini tidak. Dan begitu seterusnya. Menurut Ndang, hal ini dikarenakan adanya mitigasi yang belum rampung. Namun, Ndang menambahkan bahwa beberapa titik yang memang memiliki daerah rawan banjir terbanyak adalah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

 

Selain itu, BPDB melakukan koordinasi dengan sembilan satuan kerja perangkat daerah, untuk membuat posko nya masing-masing di tiap wilayah titik banjir. Ndang juga mengatakan sebenarnya posko-posko tersebut sudah mulai siaga sejak bulan Desember lalu.

 

“untuk memudahkan penanggulangan banjir, kita harus saling membantu.” Ujar Ndang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.