Memalukan! Wakil Ketua DPRD Sumut Ngaku Bawa Bom di Bandara Lantaran Tak Sabar Mengantre

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




ilustrasi-bom-teroris-_151116195048-452




Gambar ilustrasi (repbulika.co.id)

Deli Serdang, Jelasberita.com| Belakangan karena maraknya aksi terorisme di Indonesia, beberapa orang sepertinya hendak membuat kehebohan terkait aksi terorisme dan bom tersebut. Seperti yang terjadi sebelumnya, lagi-lagi seorang calon penumpang mengaku membawa bom di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Jumat (22/1).

Kali ini, petugas harus mengamankan dua orang calon penumpang dalam satu hari. Salah satu dari orang yang diamakan tersebut ternyata Wakil Ketua DPRD Sumut berinisial ZES.

ZES diamankan lantaran mengaku-ngaku membawa bom saat check-in di lantai III bandara. Karena ulahnya tersebut, ia harus dibawa ke kantor Otoritas Bandara Kualanamu untuk diperiksa lebih lanjut.

ZES adalah calon penumpang pesawat Batik Air tujuan Jakarta. Tetapi karena perbuatannya itu, ia batal berangkat. Saat diperiksa, ZES mengaku mengatakan hal menghebohkan itu lantaran kesal kepada petugas bandara yang menanyakan barang bawaannya. Selain itu, dia juga mengaku kesal dan tak sabar dengan antrean yang panjang saat check-in.




Herson, Kepala Otoritas Bandara Kualanamu membenarkan kejadian ini. Diakuinya, pemeriksaan intensif sudah dilakukan kepada ZES dan dia menyayangkan perbuatannya tersebut yang dinilai tidak mencerminkan sikap terpuji sebagai wakil rakyat.

“Harusnya sebagai wakil rakyat dia memberi contoh yang baik, nggak boleh seperti itu,” ujar Herson, Jumat (22/1), seperti yang dilansir republika.co.id.

Selaian ZES, salah satu calon penumpang yang mengaku membawa bom dan diamankan pada hari yang sama adalah seorang wanita berinisial RG (61), warga Medan. Plt Manager Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, Jumat (22/1).

RG juga merupakan calon penumpang Batik Air dengan tujuan Jakarta, dan ikut diperiksa di Security Check Point. “Ketika diperiksa oleh Avsec, yang bersangkutan mengatakan barang bawaannya bom,” kata Wisnu.

Terkait maraknya pengakuan calon penumpang yang mengaku membawa bom, Wisnu mengimbau agar calon penumpang tidak mengatakan ataupun bergurau tentang bom. Hal tersebut dikarenakan perbuatan itu dapat dipidanakan sesuai dengan Pasal 437 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.

“Yang bersangkutan dapat dipidana dengan ancaman penjara paling lama satu tahun,” tutup Wisnu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.