Konseling LGBT di UI Hebohkan Media Sosial

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





kampanye-lgbt-di-kampus-ui-_160121182810-661
poster konseling SGRC UI. (repbulika.co.id)

Jakarta, Jelasberita.com| Media sosial dibuat heboh oleh salah satu poster yang beredar di dunia maya. Pasalnya, salah satu universitas terbaik Indonesia (UI), merilis poster yang menawarkan jasa konseling untuk kamu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Poster itu mulai beredar di media sosial pada Kamis (21/1) dan berisi ajakan kepada kaum LGBT. Di poster itu juga memastikan kaum LGBT tidak akan sendirian ketika melewati masa-masa yang sulit. Dalam kampanye tersebut, poster juga menuliskan bersedia membantu pertanyaan dan menjawab tentang LGBT.




Adapun di dalam poster itu terlihat foto empat orang mahasiswa dan mahasiswi UI. Mereka adalah Dimas Mahendra (Fakultas Psikologi UI), Luna Siagian (mahasiswi Ilmu Politik UI), Tegar Ramadhan (lulusan Sastra Perancis UI 2016) dan Firmansyah (lulusan Ekonomi Manajemen UI 2015).

“Butuh waktu untuk bisa menerima bahwa seseorang dilahirkan dengan kecenderungan yang berbeda. Saya sempat menganggap diri saya kurang dan seperti produk gagal. Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar saya disembuhkan dari ketertarikan yang sempat saya pahami sebagai dosa besar ini. Namun, ketika mulai mendapatkan informasi mengenai seksualitas, saya bisa menerima fitrah dari diri saya yang tidak sama dengan orang lain. Saya bersedia membantu Anda di masa-masa sulit,” seperti yang ditulis Tegar Ramadhan di dalam poster tersebut.

Selain itu, tertulis juga “Support Group and Resource Center On Sexuality Studies” dari SGRC UI yang mengusahakan pemahaman yang lebih mengenai permasalahan gender dan seksualitas melalui seminar, diskusi, dan berbagai kegiatan lain. Dari poster itu, mereka menyarankan untuk mengenal SGRC UI dalam situs resmi mereka.

Atas permasalahan itu, SGRC dituding akan mengarahkan orang-orang yang melakukan konseling menjadi seorang LBGT. Namun mereka membantah dengan mengatakan bahwa konseling yang mereka lakukan adalah untuk mencari solusi masalah terbaik dan sesuai dengan hati nurani.




Menanggapi ramainya pembicaraan tentang SGRC UI yang melakukan konseling tentang LGBT, serta larangan menggunakan logo UI, SGRC UI mengeluarkan pernyataan klarifikasi mereka yang dimuat di website mereka.

“Anggapan tersebut sangat tidak tepat. Dalam konseling, tanggung jawab konselor bukanlah untuk mendoktrin pihak yang menjalani konseling. Tugas konselor adalah membantu mereka dalam proses menemukan solusi masalah yang dirasa oleh mereka sendiri paling baik dan sesuai dengan hati nurani. SGRC-UI meyakini bahwa seksualitas merupakan hak individu, dan tugas kami hanya memberikan pengetahuan terkait isu tersebut,” ungkap SGRC-UI dalam pernyataannya.

Mereka mengaku bahwa SGRC UI bukanlah komunitas kencan atau tempat mencari jodoh bagi kaum LGBT. Mereka menegaskan, SGRC UI adalah kelompok kajian yang membahas isu gender dan seksulitas secara luas. Termasuk tentang feminisme, hak tubuh, patriarki, gerakan pria, buruh dan wanita, kesehatan reproduksi, serta isu-isu lain terkait gender dan seksulitas.

Atas larangan menggunakan logo UI, SGRC UI juga menjelaskan bahwa para pendiri dan anggota SGRC Ui adalah mahasiswa, alumni, serta dosen dari UI sendiri. Kegiatan mereka juga berbasis di wilayah kampus UI, karena poin tersebut, mereka akhirnya menggunakan nama dan logo UI di dalam komunitas mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.