Gara-Gara Posting Hinaan di Facebook, Pelajar Kelas 2 SMK Ini Ditangkap Polisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




0945422like-facebook780x390_20160122_104505

Soppeng, Jelasberita.com| Hati-hati dalam menggunakan media sosial sebagai tempat mencurahkan perasaan, apalagi kebencian. Pasalnya, gara-gara menghina institusi kepolisian di Facebook, SRS (18), seorang pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Soppeng, Sulawesi Selatan, digiring ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) setempat.




Kejadian itu bermulai ketika SRS sedang mengomentari pemilihan kepala daerah (Pilkada) Soppeng dalam posting-ang di grup Facebook pada Selasa (19/1) silam. Tak dijelaskan seperti apa bunyi komentar yang ditulis oleh SRS tersebut hingga dia ditangkap oleh polisi pada Jumat dan langsung digelandang ke Mapolres setempat.

Pihak kepolisian yang mengonfirmasi hal tersebut membenarkan adanya penangkapan tersebut terhadap SRS karena yang bersangkutan terbukti melakukan tindakan hate speech (ujaran kebencian).

“Pelaku diamankan karena mem-posting komentar ujaran kebencian,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Kombes Frans Barung Mangera saat ditanyai.

Frans mengatakan, saat ini, ujaran kebencian melalui bentuk apapun, dapat dikenakan tindak pidana yang diatur dalam Kitab Undang-Udang Hukum Pidana (KUHP), dan ketentuan pidana lainnya di luar KUHP.




Dia menjelaskan, salah satu bentuk ujaran kebencian tersebut antara lain penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi dan menghasut. Menyebarkan berita bohong atau hoax, dan semua tindakan di atas memiliki tujuan atau bisa berdampak pada diskriminasi, kekerasan, pengilangan nyawa dan atau konflik sosial.

Terkait kasus yang mendera SRS, setelah diperiksa selama enam jam, SRS kemudian diperbolehkan pulang ke rumahnya dan tidak mengalami penahanan. Tetapi dia menjalani wajib lapor setiap hari Senin dan Jumat hingga proses penyelidikan selesai.

Saat ditanyai perihal kasus yang menimpa remaja ini, SRS sendiri mengaku tidak menyangka jika komentarrnya di media sosial akan menyebabkan dirinya berurusan dengan pihak yang berwajib.

“Saya khilaf dan saya anggap (kira) itu hal yang biasa,” ujar SRS.

Leave a Reply

Your email address will not be published.