Agus: Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Hanya Untuk Orang Kaya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi Kereta Cepat (beritasatu.com)
ilustrasi Kereta Cepat (beritasatu.com)

Jakarta, jelasberita.com| Beberapa hari yang lalu pemerintah melakukan ‘groundbreaking’ atau pembukaan secara resmi awal mula dikerjakannya mega proyek Kereta Api cepat Jakarta Bandung yang dihadiri langsung oleh presiden Joko widodo yang juga ikut berpartisipasi dalam peletakan batu pertama nya di wilayah Cikalong Wetan, Jawa Barat.

 




Proyek Kereta Api cepat Jakarta- Bandung ini diharapkan dapat menjadi langkah baru dalam hal mobilitas pengangkutan umum massa

 

Namun, pengamat kebijakan publik Agus prambagyo saat ditemui di acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Pada Sabtu (23/1), menilai bahwa proyek Kereta Api cepat Jakarta-Bandung ini nantinya hanya dapat dinikmati oleh masyarakat kelas menengah keatas dan bukan diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah atau kaum miskin.

 




“iya saya memprediksi bahwa Kereta api cepat tersebut bukan untuk kaum miskin, memang kelasnya middle class. Yang kelas bawah mungkin sekali aja. Untuk tiketnya saja dipatok Rp 200 ribu, itupun belum final. Bisa-bisa jadi Rp 1 juta.

 

Agus memprediksi bahwa nantinya jumlah penumpang yang menggunakan Kereta Api cepat Jakarta-Bandung tersebut tidak akan sebanyak yang diperkirakan sebelumnya, karena harga tiket yang cukup mahal tersebut.

 

“saya ragu dengan prediksi 60 ribu yang akan naik per harinya. Kecuali angkutan lain seperti bus dan lainnya dihilangkan.”

 

Namun dibalik prediksi itu semua, Agus tetap memberikan harapan kepada Indonesia untuk bisa ‘mencuri’ teknologi yang nantinya akan digunakan dalam mega proyek kereta api tersebut yang ditaksir memakan biaya sekitar Rp 70 Triliun.

 

“Jangan pernah mimpi transfer teknologi bisa dilakukan antar bangsa. Yang ada semua itu mencuri. Coba kita pikir, apakah Jepang pernah transfer teknologi ke Korea?. Yang ada Jepang itu mencuri teknologi dari Amerika. Kalau gak melakukan pencurian yang tidak ada transfer teknologi.” Ungkap Agus.

.

Sebelumnya diketahui bahwa, Mega Proyek Kereta Api cepat Jakarta-Bandung ini sudah mulai dikerjakan oleh sebuah perusahaan patungan Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia, dengan pihak Konsorsium China Railways, yang bersinergi menjadi sebuah perusahaan bernama PT Kereta Cepat Indonesia China.

Leave a Reply

Your email address will not be published.