Waspada, Jangan Mudah Percaya Dengan Orang Yang Mengaku Anggota BNN

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: tersangka anggota BNN gadungan (tribunnews)
foto: para pelaku anggota BNN gadungan (tribunnews)

Medan, Jelasberita.com| Terkait dengan semakin gencarnya pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran narkoba, justru malah hal ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan dan bahkan berujung kepada kekerasan ataupun perkosaan.

 




Untuk itu, Kepala Kepolisian Resort Kota Medan, Komisaris Besar (Kombes) pol Mardiaz Kusin Dwihananto menghimbau kepada seluruh masyarakat di Medan, maupun di seluruh Indonesia untuk jangan terlalu cepat dan mudah percaya dengan sekelompok orang yang mengaku-ngaku petugas.

 

Mardiaz menambahkan bahwa bila ada orang yang mengaku petugas dan hendak melakukan penangkapan, hendaknya masyarakat lebih jeli dan teliti dengan meminta identitasnya terlebih dahulu.

 




“jangan mudah percaya orang yang ngaku-ngaku dari BNN, kalo ada yang mengaku dari BNN, tanyakan dulu identitasnya, pastikan identitasnya secara lengkap, jangan mudah percaya.” Tegas Mardiaz pada Kamis (21/1) seperti dilansir dari laman Tribunnews.

 

Mardiaz mengatakan bahwa akhir-akhir ini masyarakat gampang percaya begitu saja dengan orang yang mengaku dari anggota BNN, apalagi petugas ‘gadungan’ tersebut kerap menunjukkan badge serta menenteng senjata air softgun.

 

“untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sekali lagi kami himbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan cepat percaya dengan orang yang mengaku dari BNN.” Tandas Mardiaz.

 

Seperti diketahui sebelumnya, pihak kepolisian kota Medan berhasil menangkap 4 orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota BNN. Dalam aksinya kedelapan orang tersebut yakni Ivan (44), Rusli (35), Eric (41), dan Suharyadi (43), menuduh dua orang wanita sebagai pemakai narkoba dan melakukan pemerkosaan kepada wanita tersebut.

 

bahkan selain memperkosa ke empat pelaku tersebut juga melakukan kekerasan seksual dengan cara memasukkan kayu dan botol ke dalam kemaluan korban wanita tersebut.

 

Setelah dilakukan penangkapan, polisi berhasil menyita barang bukti yakni uang sisa tebusan sebesar Rp 8 juta. Serta menyita tempat badge berwarna hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published.