Ulama Senior Arab Saudi Keluarkan Fatwa Haramkan Catur

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




4b7bee8c-1e5d-416e-8115-bf8a535f5777_169




Foto ilustrasi catur. (CNN)

Arab Saudi, Jelasberita.com| Mufti senior dari Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang mengundang kontroversi dengan melarang permaian catur. Alasannya, catur dinilai bisa memicu perjudian dan membuang-buang waktu. Abdulaziz Al-Sheikh menilai catur cenderung seperti musik yang termasuk dalam kategori kejahatan ringan.

Pernyataan tersebut muncul dalam acara televisi untuk memberikan fatwa saat menjawab pertanyaan penontn terkait hal keagamaan sehari-hari.

“Permainan catur buang-buang waktu dan kesempatan untuk menghambur-hamburkan uang,” ujarnya seperti yang dikutip dari Middleeasteye.net, Kamis (21/1) lalu.

Dia membandingkan catur dengan pertandingan di mana Islam belum datang, yakni menembak panah tanpa bulu dengan hadiah potongan daging unta. Adapun keputusan Abdulaziz tersebut mengacu pada ayah di dalam Al-Quran yang melarang hal yang memabukkan, perjudian, menyembah berhala dan ramalan.




Seperti yang dikutip dari Tempo.co, meski Abdulaziz adalah sosok yang berpengaruh di Arab Saudi, pernyataan mengenai larangan bermain catur tidaklah berkekuatan hukum. Pemberian fatwa tersebut merupakan hal yang jamak terjadi sebagai panduan agama, tetapi saran yang diberikan ulama tersebut tidak dianggap mengikat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite Hukum Asosiasi Catur Saudi, Musa Bin Thaily mengatakan, fatwa larangan catur belum berefek hukum. Dalam akun Twitter pribadinya, dia menilai bahwa mufti sebagai pria tua yang hidup di era 1980-an, yang tidak mengetahui bahwa pemain tidak selalu bertaruh pada hasil pertandingan saja.

Karena kicauannya tersebut, Thaily pun mendapat kecaman dari orang-orang yang mendukung mufti tersebut. Sebagai perbandingan, pemerintah Taliban melarang catur, dan Iran pernah melarang hal yang sama pada tahun 1981-1988. Namun pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Khomeini Rouhollah mencabut larangan tersebut asalakan tidak dipakai untuk berjudi.

Nigel Short, Grandmaster catur asal Inggris pun ikut berkomentar tentang fatwa larangan bermain catur itu. Dia mengatakan pelarangan catur di Saudi menjadi tragedi besar bagi olahraga tersebut.

“Saya tidak menganggap catur menjadi ancaman bagi masyarakat,” ujar peraih Grandmaster pada usia 19 tahun itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.