Tawan, Si Iron Man dari Bali Tak Ingin Tangan Robotnya Diberitakan Lagi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





9731aa67-1ede-4e2c-ba70-1a2a7dc29ae1_169
Tawan, Iron Man dari Bali (detikcom)

Karangasem, Jelasberita.com| Pemberitaan media yang secara terus menerus mengenai tangan robot miliknya, membuat I Wayan Sumardana alias Tawan akhirnya angkat bicara. Dia ingin agar tangan robot ciptaannya itu tak lagi diberitakan.

Dengan nada santai dan tanpa beban, Tawan berbicara bahwa dia tidak ingin lengan robotnya diberitakan lagi.




Alasannya, ia mengatakan, jika terus-terusan diberitakan orang pintar di luar sana semakin sakit hati padanya.
Tawan tidak memberi penjelasan teoritis mengenai mekanisme pembuatan robot tangannya, teknik eletronika, elektroda, sensor atau pun Electro Encephalo Graphi (EEG) yang melingkat di kepalanya.

Ia pun menganggap bahwa lengan robotnya tersebut masih banyak kekurangan karena berasal dari barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Tawan menyampaikan jika alat serupa seperti miliknya bahkan lebih sempurna pun bisa dibeli secara bebas di situs belanja online.

“Sudah, jangan diberitakan lagi. Di luar banyak yang jual dan menyediakan alat seperti ini, lebih bagus malah. Tidak seperti punya saya yang masih jelek begini,” ujat Tawan saat ditemui di bengkel sekaligus rumahnya di Nyuhtebel, Karangase, Bali, Kamis (21/1), seperti yang dikutip dari detik.com.

Tawan juga menjelaskan, bahwa setiap manusia itu memiliki semacam sinyal dari organ otaknya. Hanya saja, sinyal ini hanya bisa diterjemahkan dan digerakkan jika kita ‘mau dan mengerti’cara pengendaliannya. Dia pun menjelaskan hal tersebut sembari memperlihatkan gambar robot tangan di internet melalui hp-nya.




Tak banyak teori yang Tawan bicarakan, lantaran ia menyadari bahwa dirinya hanyalah lulusan salah satu SMK di Denpasar. Pria penggemar Astro Boy ini pun tak pernah mengenyam bangku kuliah. Dirinya hanya belajar otodidak lewat internet dan berbekal ilmu ala kadarnya.

Dengan tampan polosnya dan lengan kiri yang lunglai berwarna pucat, Tawan menjelaskan sebuah skema penggunaan alat robotik hasil ciptaannya. Ia menjelaskan bahwa alat EEG yang terpasang di kepalanya ada power suply. Power suply sebagai penangkap dan pembagi kekuatan. Lalu ada dron, elektroda dan yang lainnya. Posisinya ia tempelkan di kepala sebagai penangkap sinyal, alpa, delta, nata dan eta.

“Sudah, jangan diberitakan lagi. Nanti kalau diberitakan terus, orang-orang pintar yang di luar sana itu malah sakit hati sama saya. Saya ini bukan siapa-siapa. Saya ini orang bodoh,” tutupnya sambil tertawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.