Akhirnya Pemerintah Buat 5 Kesimpulan Tertulis Mengenai Gafatar, Apa Saja Isinya?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto: Mendagri Tjahjo Kumolo (liputan6)




foto: Mendagri Tjahjo Kumolo (liputan6)

Jakarta, Jelasberita.com| Pemberitaan mengenai organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar semakin hari semakin menyeruak, namun seiring itu, semakin simpang siur juga pemberitaan mengenai organisasi tersebut. untuk itu pemerintah sudah memberikan kesimpulan terkait tentang ormas yang aktivitasnya dirasa menyimpang dari jalur agama tersebut.

 

Seperti dilansir dari laman Merdeka.com, pada Jumat (22/1), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa pemerintah sudah membuat 5 kesimpulan mengenai organisasi Gafatar, melalui rapat tim di tingkat pemerintah. dan berikut adalah 5 kesimpulan dari pemerintah mengenai Gafatar melalui keterangan tertulis dari Mendagri:

 




  1. Bahwa Gafatar yang menyatakan dirinya sebagai ormas yang kegiatannya berkedok melakukan kegiatan sosial, namun dalam kenyataannya telah mengajarkan dan menjalankan ajaran agama yang berindikasi menyimpang dari ajaran agama pokoknya yaitu agama Islam kepada pengikutnya.

 

  1. Bahwa Gafatar merupakan metamorfosis dari Komunitas Millah Abraham (KOMAR) yang sebelumnya juga merupakan metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah yang telah dilarang dengan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-116/A/JA/11/2007 Tentang Larangan Kegiatan Aliran dan Ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah di Seluruh Indonesia yang didasarkan pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 04 tahun 2007 tentang aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

 

  1. Bahwa ajaran Millah Abraham juga memercayai Ahmad Moshaddeq adalah Al-Masih Al’Maw’ud, Mesias Yang Dijanjikan untuk Umat penganut ajaran Ibrahim / Abraham meliputi Islam (bani Ismail) dan Kristen (bani Ishaq), menggantikan Nabi Muhammad SAW.

 

  1. Bahwa warga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perbuatan anarkis dan atau tindakan sewenang-wenang lainnya yang melanggar hukum kepada pengikut Gafatar.

 

  1. Tim Pakem Tingkat Pusat memohon kepada Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) untuk segera menerbitkan Fatwa terkait Gafatar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.