Ahli Forensik: Pelaku Pembunuhan Mirna Bukan Orang Awam

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




3f2a3095-4ff7-461e-a165-8567b34929f0_169




Gambar ilustrasi (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Hingga saat ini, kasus kematian Mirna yang tewas setelah meminun es kopi Vietnam tersebut masih menjadi sebuah misteri. Polisi masih belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini. Namun demikian, polisi sudah memeriksa beberapa saksi yang merupakan teman-teman dekat korban hingga suami korban sendiri.

Dalam kasus yang janggal ini, korban terbukti tewas setelah meminum es kopi yang mengandung sianida di dalamnya. Dari hasil penelitian laboratorium, ditemukan sianida sebanyak 15 gram di kopi Mirna. Yang mana menurut ilmu kesehatan, 3 gram sianida saja bisa membunuh 5 orang. Lalu, bagaimana ahli forensik melihat kasus ini?

Reza Indragiri Amriel, Master Psikologi Forensik menilai, bahwa pelaku pembunuh Mirna tidak ingin aksinya terkesan frontal.

“Mengapa pakai racun? Karena pelaku tidak ingin melancarkan aksinya secara frontal. Jadi pelaku bersembunyi dan berjarak dengan korbannya,” kata Reza, Kamis (21/1) seperti yang diberitakan dari detik.com.




Menurut penuturan Reza, pelaku tampaknya sudah mengenal betul tentang bahaya racun sianida tersebut. Ia pun menduga, pelaku yang memasukkan zat sianida tersebut memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang racun yang mematikan tersebut. Di beberapa negara, lanjutnya, Reza menila pembelian sianida hanya bisa melalui media online dan itu pun bersifat khusus.

“Jadi, pelaku bukan orang awam atau biasa, melainkan orang dengan profesi, akses, atau otoritas khusus,” terangnya.

Pria yang juga berprofesi sebagi dosen Psikologi Forensik di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini juga mengatakan, membunuh orang dengan menggunakan zat sianida sangatlah efektif. Namun, kasus pembunuhan dengan sianida ini terbilang masih sedikit. Zat ini lebih sering dipakai untuk bunuh diri.

“Seringkah orang membunuh pakai sianida? Sangat-sangat sedikit. Lebih sedikit daripada pemakaian sianida untuk bunuh diri,” tambahnya lagi.

Meski begitu, Reza tidak menampik adanya kejanggalan dalam kasus ini. Menurutnya, jika benar ini adalah kasus pembunuhan, maka pelaku merupakan sosok yang berlatar belakang bagus.

“Aneh bahwa sianida dipakai untuk menghabisi korban yang berstatus sosial biasa-biasa saja. Terlalu costly. Effort tak sebanding dengan (maaf) nilai korban. Alhasil, kalau ini dianggap pembunuhan, maka pembunuhnya adalah orang dengan latar khusus. Atau mungkin salah sasaran?” kata Reza lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.