Sekelompok Remaja Di Hujat Netizen, Lantaran Unggah Foto Layaknya Orang Shalat DI Tengah Jalan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: okezone.com
foto: okezone.com

Bengkulu, Jelasberita.com| Entah apa yang terlintas di pikiran sekelompok anak muda di wilayah kota bengkulu ini, sehingga memposting sebuah foto yang baru-baru ini mejadi sorotan para pengguna media sosial Facebook. Pasalnya dalam foto tersebut sekelompok anak muda mempraktekkan gerakan-gerakan dalam Shalat yang dilakukan di tengah jalan, dimana tidak sepantasnya melakukan hal tersebut di tempat yang tidak seharusnya.

 




Dilansir dari Okezone.com, foto-foto tersebut diunggah dalam akun Facebook milik Rizky Zhoon (Bos Boncel), diketahui mereka melakukan hal tidak pantas tersebut di lampu merah Simpang Lima, Patung Kuda, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

 

Terlihat bahwa pada foto tersebut mereka melakukan berbagai gerakan shalat, mulai dari takbir, rukuk, dan tahiyat akhir. Namun dari kesemua foto tersebut tampak bahwa mereka menggunakan pakaian yang tidak sepantasnya dipakai untuk Shalat, dan terkesan senonoh karena menggunakan celana pendek, apalagi dilakukan di tempat yang tidak seharusnya dilakukan.

 




Foto foto tersebut, kemudian di upload kembali oleh seorang pengguna Facebook dengan akun Adi Wuryantoro. Akun tersebut menulis “alayers tingkat sampah masyarakat. Shalat kau buat canda tawa, ditengah jalan, ini jelas menghina agama islam. Orangnya pengen terkenal. Share penghinaan agama islam, muka terpampang jelas, biar anak bau kencur ini jera. Thanks.”

 

Setelahnya banyak para pengguna facebook lainnya yang turut memberikan berbagai tanggapan dan komentar terhadap foto tersebut.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu, Zulkarnain Dali mengatakan bahwa MUI provinsi Bengkulu, mengecam tindakan para remaja yang melakukan gerakan-gerakan shalat di tengah jalan.

 

Zulkarnain mengutarakan bahwa dalam menunaikan Shalat ada rukunnya. Untuk itu tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, apalagi tujuannya hanya untuk main –main semata.

 

“Shalat itu memiliki rukun, tempatnya juga harus suci, dan menghadap kiblat.” Tegas Zulkarnain pada Kamis (21/1)

 

Zulkarnain juga menambahkan bahwa tindakan tersebut sudah dianggap melecehkan ajaran agama. Dan sudah seharusnya dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan memerikan sanksi tegas kepada para remaja-remaja tersebut yang masih berstatus pelajar.

 

“ini sudah dapat dikatakan pelecehan agama. Nantinya kalau memang sudah meresahkan masyarakat, aparat kepolisian akan turun tangan menangani hal ini. Ajaran agama bukan untuk main-main!” Ujar Zulkarnain.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.