Salah Satu WNA Korban Luka Bom Sarinah Mengaku Tak Takut, Dan Tetap Ingin Di Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Korban luka WNA tragedi bom Sarinah (detiknews)
foto: Korban luka WNA tragedi bom Sarinah (detiknews)

Jakarta, Jelasberita.com| Sejauh ini, diperkirakan ada sekitar 8 orang korban tewas akibat serangan dan peledakan bom bunuh diri yang dilakukan para teroris di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1) lalu.

 




Selain korban tewas, terdapat puluhan korban luka akibat tragedi di Jakarta pagi itu, salah satunya adalah Frank Faulner, Warga Negara Jerman yang turut menjadi korban luka dalam serangan tersebut. Namun saat ditemui di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (21/1), dirinya mengaku tidak ada mengalami trauma ataupun ketakutan khusus terhadap aksi terorisme yang melukai dirinya.

 

“waktu dulu saya juga di jakarta, pas ada bom di JW Marriot dan Kedubes Australia, saya di berada di Kuningan dan saya dengar, tapi saya tidak mengalami trauma.” Ungkap Frank

 




Frank mengaku sudah tinggal di Indonesia sejak tahun 1998, dan mengaku tidak takut dengan kejadian-kejadian terorisme yang sempat dialaminya atau pernah didengarnya tersebut.

 

“sejauh ini saya tidak ada keinginan untuk pindah ke negara lain. Selama saya bekerja dan menetap disini, saya tidak mengalami sesuatu yang buruk. Ancaman terorisme dan bom bisa terjadi dimana saja di seluruh dunia. tidak ada cara untuk menghindari yang seperti ini.” tandas Frank.

 

Bahkan dalam perbincangan tersebut, Frank mengaku ingin sekali agar izin tinggalnya tetap diperpanjang oleh Pemerintah Indonesia. Walaupun saat ini keadaan Frank tengah mengalami sejumlah luka bakar dan baru saja menjalani operasi akibat peristiwa tersebut, namun Frank mengatakan tetap ingin bekerja di Indonesia.

 

“saya harap mungkin ada apresiasi dari pemerintah, supaya izin saya tetap tinggal disini, karena bagaimanapun saya ingin tinggal disini dan kerja disini.” Tambahnya.

 

Frank ditemui wartawan usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Kala itu Frank ditemani dengan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes pol Musyafak, dan Direktur RS Abdi Waluyo, Sutrisno Tono Subagio, Serta Kadinkes Pemprov DKI Koesmadidi Priharto dan dengan didampingi beberapa dokter dari rumah sakit tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.