BNPT: 2,7 Juta Orang Indonesia Terlibat Aksi Terorisme

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




terorisme




ilustrasi/istimewa

Depok, Jelasberita.com| Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan setidaknya ada 2,7 juta orang Indonesia yang terlibat dalam serangkaian serangan teror. Bahkan jumlah tersebut belum termasuk pengikut dan simpatisan jaringan teroris.

“Jumlah itu sekitar 1 persen dari total penduduk Indonesia,” kata peneliti ahli dan BNPT, Sidratahta Mukhtar, Rabu (20/1) seperti yang dilansir dari Tempo.co.

Menurut Sidratahta, orang-orang yang terindikasi berafiliasi dengan ISIS jumlahnya mencapai 0,004 persen atau sekitar 1.000 orang. Dengan jumlah yang seperti itu, dia mengatakan angka tersebut sudah cukup besar.

Berdasarkan data estimasi BNPT, ada sekitar 10-12 jaringan inti teroris yang saat ini sedang berkembang di Indonesia. Namun untuk jaringan sel-sel yang lebih kecil, dikatakannya lebih banyak lagi dari itu.




“Ada kelompok teroris yang terdiri hanya enam orang saja,” katanya.

Dikatakan Sidratahta, adapun jaringan teroris ini sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Bahkan sampai ke pelosok seperti jaringan Santoso yang bergerak di wilayah timur Indonesia.

Sejak kasus teror di Sarinah pada Kamis 14 Januari lalu, kelompok jaringan yang paling mencuat adalah jariangan Bahrun Naim. Jaringan ini diduga kuat terlibat dalam serangan teror di Jakarta. Untuk kasus ini sendiri, ISIS mengaku terlibat dan bertanggungjawab atas teror yang terjadi.

Menurut Sidratahta, perkembangan teroris di Indonesia sendiri eskalasinya begitu tinggi. Di akhir 2014, anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) hanya berjumlah 60 orang saja. Namun di akhir tahun 2015, angka tersebut membludak dan telah membengkak menjadi seribu orang. Dari jumlah tersebut, diperkirakan yang hijrah ke Suriah sebanyak seratus orang.

Sidratahta kemudian menambahkan, alasan mereka yang berangkat ke Suriah umumnya tertarik karena mendapatkan iming-iming gaji yang besar. Namun kenyataan yang mereka terima tidak sama.

“Tahu-tahu mereka tidak menerima gaji sama sekali. Padahal, orang yang jihad ke Suriag berharap pulang ke Tanah Air dengan membawa uang banyak,” ucap Sidratahta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.