Pria Ini Akan Kehilangan SIM Jika Tidak Memakai Panci Saat Menyetir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





bisnis.com
bisnis.com

Moskow, Jelasberita.com | Seorang pria di Rusia akan kehilangan Surat Izin Mengemudi (SIM) jika dirinya kedapatan tidak mengenakan panci sebagai penutup kepalanya saat sedang mengemudi.

Usut punya usut, ternyata hal ini didasari pada foto di SIM pria tersebut. Pria tersebut, Andre Filin dalam foto yang terdapat di SIM sedang mengenakan colander, semacam panci yang biasa digunakan untuk meniriskan mie dan spagheti.




Filin diketahu adalah seorang pastafarian, sebutan untuk penganut agama kontrofersial, Church of the Flying Monster. Bagi pastafarian, colander adalah penutup kepala yang memiliki nilai religius.

Namun, colander yang dipakai Filin dalam fotonya bukanlah barang sungguhan, melainkan topi biasa yang dirajut menyerupai panci. Biasanya pastafarian sendiri benar-benar menggunakan panci di atas kepalanya.

Wakil Kepala Direktorat Lalu Lintas Moskow Vladimir Kuzin membenarkan adanya seseorang yang mengenakan colander di foto SIM. Ia merupakan warga Rusia pertama yang diizinkan mengenakan colander dalam kartu identitasnya.

“Lain waktu saat dia dihentikan polisi di jalan raya, dan dia tidak mengenakan peniris pasta di atas kepalanya, SIM nya akan langsung dicabut,” tutur Kuzin, seperti dikutip Yahoo 7 belum lama ini.




Sebelumnya kelompok Pastafarian di seluruh dunia tengah mengupayakan memperjuangkan hak mereka dalam beragama agar diakui. Tahun lalu, seorang Pastafarian dari Australia sempat berselisih dengan pegawai pemerintah Victoria terkait penggunaan colander di kepala. Keributan ini pun sempat menjadi viral di internet.

Pada 2014, Kepolisian Australia menyita empat senjata api milik seorang pria karena foto di surat kepemilikan senjatanya terbilang janggal. Dalam foto itu, Guy Albon yang berusia 30 tahun mengenakan colander di atas kepala.

Church of the Flying Monster adalah agama parodi yang dianut para atheis di seluruh dunia. Agama ini muncul setelah pria asal Amerika Serikat bernama Bobby Henderson mengirimkan surat ke dewan pendidikan Kansas terkait mata pelajaran Intelijen Design yang menggantikan pelajaran sains pada 2005.

Leave a Reply

Your email address will not be published.