Kronologi Tewasnya Mirna Usai Minum Kopi Versi Jessica

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




infounik.net




infounik.net

Jakarta, Jelasberita.com | Misteri kematian Wayan Mirna Salihin yang tewas usai minum es kopi Vietnam di Olivier Cafe memang masih membutuhkan kerja keras dari pihak penyidik untuk memutuskan bahwa peristiwa ini adalah pembunuhan, dan segera ditemukan tersangka yang pasti.

Beberapa saksi yang terkait atas peristiwa ini telah dimintai keterangan, diantaranya kedua teman Mirna yang ngopi bareng di Cafe tersebut, Jessica dan Hani, maupun karyawan di Cafe tersebut.

Banyak keterangan dari para saksi, serta barang bukti yang disita oleh polisi mengarah kepada Jessica atau Sisca merupakan terduga tersangka dalam kasus kematian Mirna.

Setelah hampir 2 pekan bungkam soal kematian Mirna, Jessica Kumala Wongso (Sisca) akhirnya angkat suara.




Melalui Penasihat Hukumnya, Yudi Wibowo, Jessica membeberkan kronologi tewasnya Mirna usai meminum es kopi vietnam versinya.

Yudi mengatakan, awalnya memang Jessica yang berinisiatif mengajak Mirna untuk ngopi bareng. Hal ini ia lakukan untuk membalas kebaikan Mirna yang selama ini suka mentraktir Jessica selama di Australia.

“Terus mereka whatsapp-an. Awalnya Jessica, Hani dan Mirna yang saling whatsapp-an,tapi kemudian mereka mengajak teman 1 lagi. Yang 1 orang ini saya enggak tahu. Terus mereka berunding untuk memilih tempat. Karena Jessica enggak tahu tempat di Indonesia, maka Hani dan Mirna yang memilih tempat. Ada buktinya di polisi. Terus ada 2 pilihan, Cafe di Plaza Indonesia, satu lagi Olivier Cafe,” kata Yudi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Saat itu, Yudi mengatakan kepada Jessica biasanya ia ngopi di Olivier Cafe. Akhirnya mereka sepakat bertemu di sana. Jessica yang mengetahui akan tiba duluan pun berinisiatif memesankan minuman dan bertanya kepada Mirna.

“Mirna bilang biasa ngopi di Olivier, lalu mereka sepakat di Olivier saja. Terus ditanya sama Jessica,’apa yang kamu pesan?’. Mirna jawab,’Vietnam Coffee’. Jessica jawab lagi,’Oh kalau gitu aku traktir ya?’. Mirna jawab,’Oke silahkan’. Di transkrip gitu,” ujar Yudi menirukan percakapan Jessica dan Mirna di whatsapp.

Yudi mengatakan, bahwa Jessica memang tergolong ‘anak mami’, shingga saat hendak ke Cafe Olivier tersebut, ia dihantar ayahnya sekitar pukul 14.00 WIB.

Setibanya disana, Jessica langsung memesan meja kepada pihak restoran. Tapi ia tidak langsung menunggu teman-temannya di Cafe tersebut, ia sempat berjalan-jalan di mal hingga sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WIB. Setelah waktu janjian mereka akan tiba, Jessica pun pergi ke toko membeli sabun, lalu turun ke Olivier Cafe.

“Setelah jalan-jalan, Jessica beli sabun itu. Buat kenang-kenangan ke Mirna. Temennya yang satu itu enggak datang. Harusnya ada 4 orang, yang 1 enggak datang karena kerja. Ya tinggal 3 orang ini. Setelah jam nya tiba untuk ketemu, Jessica turun ke Cafe tersebut dan ia langsung menuju ke meja yang sudah ia pesan sebelumnya,” kata Yudi.

Selanjutnya, Jessica langsung memsan minuman untuk dirinya, Hanny dan Mirna ke meja bartender dan langsung membayar tagihan minuman. “Seperti orang pesen fast food itu lho, dibayar, terus disajikan.”

Yudi juga menyatakan, bahwa Jessica yang juga sepupunya itu semapt menunggu 15 sampai 20 menit hingga akhirnya Mirna dan Hanny datang. Setelah tiba, Mirna langsung menyeruput es kopi Vietnam itu. Setelah minum Mirna sempat merasakan ada yang aneh di kopi tersebut, ia juga bermaksud ingin komplain ke pihak restoran. Bahkan, Mirna juga sempat menyuruh Hanny dan Jessica untuk mencium kopi tersebut.

“Hanny enggak percaya. Lalu ia mencium kopi tersebut, terus minum seteguk. Setelah mencicipi, mereka sempat mengobrol dan masih sempat memesan makanan lain. Tahu-tahu Mirna menyuruh Jessica meminta air, ia merasakan tenggorokannya kering. Airnya belum datang, Mirna sudah ambruk.

Berdasarkan cerita versi Jessica ini, Yudi ragu jika benar kopi tersebut menagandung sianida. “Mengapa hanya Mirna yang keracunan, sementara Hanny yang meminumya baik-baik saja. Berarti kan bukan kopinya. Kalau ini sianida, seharusnya ketika dia minum mulutnya terbakar atau melepuh,” ungkap Yudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.