Iklan Antirokok Mahasiswa FKIP Muhammadiyah Ini Tuai Pujian Banyak Netizen

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





video-iklan-antirokok-_160118140237-938
Video iklan antirokok (republika.co.id)

Purbalingga, Jelasberita.com| Video iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang berjudul “Menjadikan Rokok Bergizi” belakangan ini sedang ramai diperbincangkan di media sosial Facebook. Video yang diunggah pada 14 Januari 2016 pukul 17.10 ini, dalam dua hari saja telah disaksikan oleh lebih dari 50 ribu tayangan.

Video yang diunggah dengan menggunakan akun CIC ini merupakan iklan layanan masyarakt antirokok. Video tersebut sudah mencapai 72.014 tayangan, 916 penyuka dan 199 komentar serta sudah 1.883 kali dibagikan. Setiap menit, jumlah tayangan, penyuka dan komentar terus bertambah.




Video tersebut merupakan hasil Ujian Akhir Semester (UAS) V mata kuliah Teknik Sinematografi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammdiyah Purwokerto (UMP) tahun 2016.

Video itu sendiri berdurasi 1 menit 35 detik. Sutradara video tersebut, Timbang Viga Khoirunnisa mengatakan, ide cerita iklan layanan ini adalah hasil dari diskusi panjang dengan dosen mata kuliah.

“Sebelumnya, beberapa ide dari kelompok kami ditolak karena selalu dianggap mainstream. Kemudian kami diajak berdiskusi untuk menghasilkan ide iklan antirokok yang mengigit,” ujarnya seperti yang dikutip dari republika.co.id.

Video iklan tersebut berbahasa Banyumasan dan bercerita tentang sebuah keluarga sederhana yang akan makan bersama. Si bapak protes kepada ibu karena setiap hari hanya makan dengan lauk tahu dan sambal. Ibu pun tak mau kalah dengan menjawab bahwa uang belanja yang diberikan bapak hanya cukup untuk membeli tahu dan cabai saja.




Kemudian bapak memberi Fitri (anak) beberapa lembar uang untuk membelikan rokoknya di warung. Setelah Fitri pulang, bapak menagih rokok yang dibeli Fitri. Namun, apa yang Fitri beli dengan uang tersebut ternyata lain dengan pesanan bapaknya.

Komentar dari video tersebut kebanyakan bernada positif. Kebanyakan komentar dan akun pembagi menyebutkan Fitri adalah karakter anak yang cerdas dalam video itu. Selaini tu, netizen juga memuji ide iklan ini cerdas karena berbeda dari iklan-iklan antirokok lain yang sudah ada.

Bowo Leksono, Direktur CLC Purbalingga mengatakan, melahirkan ide cerita yang baik tak cukup dengan banyak menonton dan pengetahuan, tetapi juga dibutuhkan banyak diskusi dalam membuatnya.

“Video ini berhasil jadi pembicaraan. Selain tema dan ide menarik dengan dialog bahasa Banyumasan, juga karena mampu mewakili kebanyakan netizen,” ucap Bowo yang juga adalah dosen tamu UMP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.