Menyesatkan !! Pelaku Bom Bunuh Diri Sempat Minta Orangtua Bakar Kitab

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





rakyatku.com
rakyatku.com

Indramayu, Jelasberita.com | Salah satu pelaku bom bunuh diri di bunuh diri di Cafe Starbucks di Menara Cakrawala, Jakarta Pusat, Ahmad Muhazan merupakan warga Desa Kedungwungsu, Krangkeng, Indramayu.

Beberapa warga di desa tempat kelahirannya mengaku sejak lama perangai buruk Muhazan sudah sangat mengganggu. Mereka mengatakan sifat Muhazan menjadi sedikit temperamen, menyimpang dari ajaran agama, dan tidak mau berinteraksi dengan warga lain muncul setelah ia masuk pesantren di Subang, Jawa Barat.




Tokoh masyarakat Desa Kedungwungsu, Krangkeng, Indramayu, Nasrullah juga membenarkan hal tersebut. Ia sangat menyayangkan perangai buruk Muhazan yang dianggap tidak memperlihatkan dirinya sebagai seorang santri, baik dari penampilan maupun sikapnya. Bahkan, orangtuanya pun pernah mengeluh langsung kepada Nasrullah.

Ia juga mengungkapkan kalau Muhazan sudah lama tidak tinggal di indramayu, melainkan tinggal di Jakarta bersama isterinya. Dikampungnya sendiri, Muhazan sering dipanggil Azan.

“Tinggal di Indramayu hanya sampai Madrasah Tsanawiyah (Mts/Setingkat SMP). Setelah itu, dia menjadi santri di pondok pesantren di Subang,” ujar Nasrullah, Senin (18/1/2016).

Nasrullah juga menambahkan bahwa saat itu orangtuanya sempat mengadu kepada dia karena tidak tahan dengan sikap Azan. Pasalnya, saat itu Azan sempat melarang orangtuanya untuk melaksanakan tahlil, ziarah kubur, bahkan meminta membakar seluruh kitab-kitab yang biasanya digunakan untuk mengaji.




“Orangtuanya sampai mengeluh ke saya, namun saya juga tidak bisa komunikasi dengan dia. Soalnya, Azan tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Karena orang lain dianggapnya sesat,” kata Nasrullah.

Dengan teridentifikasinya Azan sebagai salah satu pelaku bom bunuh diri, warga pun bereaksi keras. Mereka menolak jenazah Azan di makamkan di Desa tersebut. Bahkan, warga juga sudah memasang sebuah spanduk besar yang bertuliskan “Warga Kedungwungsu-Indramayu Menolak Mayat Teroris”.

“Saat ini kami hanya berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkabtibmas saja, tidak ada pengamanan tambahan. Hanya saja, masih ramai terkait penolakan jenazah Azan,” ujar Ahmad Fuadi, Kepala Desa Kedungwungu

“Saat ini kami hanya berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas saja, tidak ada pengamanan tambahan. Hanya saja masih ramai terkait penolakan jenazah Azan,” ujar Ahmad Fuadi Kepala Desa Kedungwungsu.

Azan lahir di Indramayu, 5 Juli 1990. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal menyatakan Azan merupakan pelaku bom bunuh diri di dalam gerai Starbucks, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/20016) lalu. Di tubuh Azan ada luka khas di bagian perut hingga dada akibat ledakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.