Kusrin, Perakit TV Lulusan SD Akhirnya Kantongi Sertifikat SNI

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




kusrin2




Kusrin akhirnya mendapatkan sertifikat SNI untuk tv buatannya. (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Kisruh tentang TV rakitan yang dibuat oleh Kusrin, seorang lulusan Sekolah Dasar, membuat masyarakat menjadi geram dan menyayangkan aksi aparat yang terkesan tidak mengapresiasi kreatifitas anak negeri dalam memproduksi karyanya sendiri. TV buatan Kusrin yang disebut melanggar hak cipta dan tidak bersertifikasi SNI itu pun akhirnya dimusnahkan oleh aparat.

Muhammad Kusrin, perakit TV menggunakan tabung komputer bekas, mengaku telah menjalankan bisnisnya tersebut dengan mendirikan UD Haris Elektronika di Karanganyar, Jawa Tengah. Usahanya tersebut sempat mendapatkan kesulitan lantaran dianggap menyalahi aturan hukum tentang standar produksi karena tidak memiliki label SNI (Standar Nasional Indonesia) pada produknya.

Kusrin pun akhirnya diganjar hukuman atas tuduhan melanggar pasal 120 (1) jo pasal 53 (1) huruf b UU RI No. 3/2014 tentang Perindustrian serta Permendagri No 17/M-IND/PER/2012, Perubahan Permendagri No 84/M-IND/PER/8/2012 tentang Pemberlakukan Standar Nasional Indonesia Terhadap Tiga Industri Elektronika Secara Wajib.

Atas tuduhan tersebut, produk TV hasil rakitannya pun disita dan dimusnahkan aparat penegak hukum.




“Hasil kerja saya selama 4 tahun habis dalam 5 menit. Modal saya habis,” aku Kusrin saat ditemui di Kantor Kementrian Perindustrian, Jakarta, Selasa (19/1).

Kisah Kusrin akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kementerian Perindustrian akhirnya memberikan sertifikat SNI kepada UD Haris Elektronika karena usaha milik Kusrin tersebut telah memenuhi seluruh kriteria yang diperlukan, seperti penggunaan komponen baru untuk casing dan mesin.

Selain itu, Kusrin juga dinilai sudah memberikan pemberitahuan bahwa dalam produk TV buatannya menggunakn komponen bekas tabung layar komputer.

“Untuk inovasi yang telah dilakukan UKM UD Haris Elektronika, hingga produk TV buatannya dinyatakan lolos uji di Balai Besar Barang Teknik dan berhak mendapatkan sertifikat SNI,” ujar Menteri Perindustrian, Saleh Husin seperti yang dikutip dari detikcom.

Saleh juga menambahkan, contoh kasus seperti Kusrin ini terjadi karena kurangnya pengetahuan pelaku usaha tentang regulasi yang harus diikuti. Oleh sebab itu, pemerintah wajib membina pelaku usaha kecil dan menengah yang belum mengetahui kewajibannya untuk segera mengurus SNI.

“Bagi masyarakat yang mengetahui di sekitarnya ada kegiatan usaha yang belum ber-SNI, bisa dibantu informasikan ke kami agar kami bisa memberikan pendampingan. Saya harap peran aktif pemerintah daerah juga,” tambahnya lagi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.