Dikeroyok Saat Geledah Bandar Narkoba, Polisi Menyeburkan Diri ke Sungai Ciliwung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





krishna-duga-anggotanya-yang-ceburkan-diri-ke-sungai-sudah-meninggal
Pencarian Brika Wahyu di Kanal Banjir Barat. (merdeka.com)

Jakarta, Jelasberita.com| Bripka Wahyu, anggota Polsek Seneng yang menceburkan diri ke Sungai Ciliwung saat dikeroyok warga ketika melakukan penggerebakan, sampai saat ini belum jelas nasibnya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, menduga anggotanya itu tidak selamat.

“Dugaan kami, anggota kami meninggal,” ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/1).




“Dari 4 yang melompat ke sungai, ada 3 yang selamat. Satu sedang dicari sampai sekarang dari tadi malam dicari dengan tim SAR,” katanya lagi seperti yang dikutip dari merdeka.com.

Seperti yang diketahui sebelumnya, para petugas yang dimaksud dikeroyok warga ketika melakukan penggerebekan di Kelurahan Kebon Manggis. Pada saat penggerebekan bandar narkoba di Berlan, pelaku sempat berteriak sehingga mengundang warga sekitar. Warga pun akhirnya berbondong-bondong mengeroyoki 2 anggota polisi, yakni Brigadir Patrik dan Bripka Taufik Hidayat.

Untuk diketahui, penggerebekan tersebut menyebabkan dua anggota polisi menderita luka bacok dan satu polisi serta seorang informan (cepu) hilang di Kali Ciliwung. Brigadir Patrik menderita luka bacok, sedangkan cepu Rudi berhasil meloloskan diri dan selamat dari kepungan warga.

Menanggapi kejadian itu, Krishna sudah menebar ancaman kepada para pelaku pengeroyokan anggotanya saat bertugas. Dia mengaku sudah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Krishna meminta agar mereka menyerahkan diri.




“Kami tegaskan kepada pelaku, Anda harus menyerahkan diri dan tanggungjawab atas perbuatannya. Kalau tidak, kami lakukan tindakan tegas. Kami sudah dapat namanya. Anggota (polisi) representasi negara, tidak sepantasnya diperlakukan demikian. Siapa pun juga tidak pantas. Apalagi anggota polri sedang bertugas. Dugaan ada 15 orang, tapi 5 nama sudah diketahui,”

Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian pun turun langsung ke lokasi dan melakukan penggeledahan besar-besaran. “Kami sudah identifikasi beberapa pelaku yang mengeroyok anggota narkoba itu sekarang sedang didata,” ujarnya.

Tito menjelaskan, kejadian berawal ketika anggota Polres Jakpus melakukan pengembangan atas kasus narkoba di rumah salah satu warga yang diduga pelaku, pada saat dilakukan penangkapan, si pelaku dan anaknya teriak-teriak hingga mengundang warga datang dan anggota polisi dikeroyok, dipukul dan kena senjata tajam hingga petugas menyelamatkan diri dengan cara menyeburkan diri ke Sungai Ciliwung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.