Asyik Mainin Handphone Saat Hujan, Dua Warga Blitar Tewas Tersambar Petir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





posmetro-medan.com
posmetro-medan.com

Blitar, Jelasberita.com | Dua warga Blitar, Jawa Timur tewas tersambar petir saat berteduh di sebuah gubuk, dekat Sungai Glondong, Kecamatan Sutojayan. Keduanya diduga tewas akibat asyik memainkan handphone miliknya, terbukti di tangan korban yang tewas masih dalam posisi meggenggam handphone.

Kepala Kepolisian Sektor Lodoyo Timur AKP Sukadi menjelaskan, sebelumnya korban yang bernama Supriyono (35), warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan dan Zainal Abidin (32), warga Kelurahan Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, sedang asyik memancing. Saat tengah asyik memancing, tiba-tiba hujan turun deras disertai suara petir yang mengeglegar. Saat itu mereka langsung berlari ke sebuah gubuk untuk berteduh. Tak hanya untuk berteduh, di gubuk tersebut juga korban diketahui sedang memainkan handphone dan diduga karena bermain handphone inilah mereka berdua langsung disambar petir.




“Saat itu korban sedang memancing, dan karena hujan berteduh di gubuk yang letaknya di dekat sungai, tempat kedua korban memancing. Mereka terluka akibat sambaran petir,” tutur Sukadi, Senin (18/1/2016).

Menurut Sukadi, korban mengalami luka yang serius di bagian kepalanya. Jasad dua orang tersebut ditemukan warga. Petugas Kepolisian kemudian membawa ke rumah sakit di Kecamatan Sutojayan untuk keperluan visum.

“Kami menghimbau warga lebih berhati-hati terutama saat hujan turun serta tidak menyalakan barang elektronik selama hujan turun. Hal itu dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Kapolsek.

Beberapa warga yang juga ikut memancing saat itu mengaku awalnya memang sempat terdengar suara seseorang meminta tolong, setelah suara petir yang terdengar sangat keras seperti menyambar sesuatu. Mendengar suara tersebut, mereka pun langsung mendatangi asal suara itu dan disana mereka menemukan dua orang sudah dalam kondisi tergeletak tak bernyawa.




“Saat itu ada beberapa pemancing yang juga berteduh, tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras. Saya juga mendengar teriakan meminta tolong dari arah gubuk dan melihat mereka sudah tergeletak,” ujar salah seorang warga, bernama Susilo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.