Teror dan Penyerangan, Cara Teroris Unjuk Gigi dalam Persaingan Pucuk Pimpinan ISIS Asia Tenggara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





55c54f02-6ddf-4b79-a164-59c2ed995d45_169
Gambar ilustrasi (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Maraknya pemberitaan tentang motif dari serangan teror yang terjadi di Jakarta, Kamis (14/1) lalu, membuat publik bertanya-tanya. Dari kabar yang beredar, salah satu motif serangan kemarin yang disinyalir didalangi oleh Bahrun Naim adalah untuk menarik perhatian para pemimpin ISIS dunia agar dirinya menjadi pimpinan ISIS Asia Tenggara.

Khairul Fahmi, seorang pengamat intelijen dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) mengatakan bahwa nama Aman Abdurrahman dan Bahrun Naim saat ini tengah bersaing untuk menjadi pimpinan ISIS di kawasan Asia Tenggara.




Dikatakannya, mereka juga berkompetisi dengan beberapa nama lainnya dari kelompok yang ada di Filipina dan kawasan Asia Tenggara lainnya.

“Tidak hanya Aman Abdurrahman yang bersaing, tapi juga kelompok sejenis yang bersaing di Filipina selatan dan memproklamirkan cabang ISIS di Asia Tenggara. Ada beberapa nama yang mengincar posisi itu,” ujar Khairul seperti yang dilansir dari detikcom.

Lanjut Khairul, di Indonesia sendiri, peluang para teroris untuk mendeklarasikan diri sebagai cabang ISIS masih sangat jauh. “Peluang untuk buka cabang efektif masih terlalu jauh,” katanya.

Walaupun begitu, Khairul tak menampik Bahrun Naim memiliki peluang besar untuk mendapakan posisi pucuk pimpinan cabang ISIS di Asia Tenggara. Apalagi Bahrun disinyalir sebagai dalang dari penyerangan bom dan penembakan di Jakarta kemarin.




Melihat hal itu, Khairul meminta agar masyarakat tetap waspada, karena para pesaing Bahrun tidak mungkin diam saja.

“Melihat yang sekarang sedang naik daun dan dianggap pernah melakukan serangan ya mungkin saja dia (Bahrun Naim) dipilih. Tapi bukan berarti yang lain dia diam,” sambungnya lagi.

Dia juga menambahkan, saat ini yang melakukan serangan Bahrun. Namun mungkin saja yang lain akan unjuk gigi nanti. Ciri-ciri ISIS memang menyasar area publik, tapi target utama tetap adalah aparat keamanan. Jadi diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Polisi selain Densus, seperti polisi lalu lintas dan yang lainnya juga diharapkan bisa diberi pemahaman yang tepat dalam menangani situasi seperti ketika ledakan terjadi. Disebutkannya, para polisi di luar antiteror dan Densus juga perlu mendapatkan pemahaman yang cukup terkait aksi terorisme.

Perihal rivalitas pelaku teror di kawasan Asia Tenggara ini pun memang pernah disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian. Tito mengatakan, pimpinan ISIS di Suriah telah memerintahkan kepada pengikutnya untuk membuka cabang di beberapa kawasan dunia.

Dengan adanya persaingan antara para teroris tersebut, membuat aksi-aksi penyerangan di Jakarta kemarin seolah panggung bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka agar terpilih menjadi pimpinan ISIS cabang Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.