Semen Padang Lolos ke Final Piala Jenderal Sudirman Lewat Drama Adu Penalti

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





sindonews.com
sindonews.com

Padang, Jelasberita.com | Semen Padang akhirnya berhasil lolos ke final Piala Jenderal Sudirman setelah berhasil membalas kekalahan 2-0 yang mereka alami pada semifinal leg pertama Piala Jenderal Sudirman kontra Pusamania Borneo FC. Bermain dikandang, Stadion H. Agus Salim, tim berjuluk Kabau Sirah sukses menghantam Pusamania Borneo FC melalui babak adu penalti dengan skor 4-2, setelah pada babak normal pertandingan berakhir 2-0 untuk kemenangan Semen Padang.

Gol kemenangan Semen Padang di babak normal pertandingan hadir melalui sepakan Yoo Hyun-Koo dan Rudi. Hasil ini membuat pertandingan akhirnya harus melalui drama adu penalti. Dan Semen Padang akhirnya keluar sebagi pemenang setelah Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana gagal mengeksekusi penalti.




Setelah di leg 1 Semen Padang tertinggal 2 gol, Kabau Sirah langsung keluar menyerang di awal-awal pertandingan leg 2 di depan pendukungnya sendiri. Pemain Semen Padang, Nur Iskandar langsung menebar ancaman di menit ke-8, namun sayang tendangannya masih bisa diblok kiper Pusamania, Galih Sudaryono.

Selang beberapa menit kemudian, publik Semen Padang sempat dibuat bergemuruh setelah sundulan Nur Iskandar sukses menjebol gawang Galih Sudaryono. Namun sayang. hakim garis tidak mengesahkan gol tersebut karena Nur Iskandar sudah dalam posisi offside.

Semen Padang yang terus memberikan tekanan kepada pertahanan Pusamania, sempat memiliki peluang pada menit ke-25 melalui Rudi, namun peluang emas tersebut tidak dapat dimaksimalkannya setelah tendangannya masih melebar dari gawang Galih Sudaryono.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh anak asuh Nil Maizar, namun sejumlah peluang tersebut tidak mampu menjebol gawang Pusamania hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama.




Sekembalinya dari ruang ganti, Semen Padang kembali melancarkan tekanannya kepada Pusamania. Gol yang dinanti-nantikan pun hadir setelah babak kedua baru berjalan 5 menit. Gol tersebut hadir melalui tendanga jarak jauh pemain asal Korea mereka, Yoo Hyun-Koo. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Semen Padang, dan agregat pun kini menjadi 1-2.

Sukses memecah kebuntuan membuat Semen Padang semakin bergairah untuk melancarkan serangan. Pada menit ke-56, James Koko Lomell nyaris saja menggandakan keunggulan Semen Padang andai saja ia tidak terjebak dalam posisi offside.

Pada menit ke-59, Yoo Hyun-Koo sempat memperoleh peluang untuk melesakkan gol keduanya melalui tendangan bebas. Namun, kerja keras Galih Sudaryono mampu menepis  tendangan bebas yang tepat mengarah ke gawangnya.

Irsyad Maulana dan Nur Iskandar juga sempat membuat pertahanan Pusamania kewalahan pada menit ke-63. Namun beruntung peluang tersebut masih bisa diblok oleh pemain bertahan Pusamania.

Setelah melancarkan sejumlah serangan bertubi-tubi, akhirnya para pendukung Semen Padang dibuat bergemuruh setelah akhirnya gawang Galih sudaryono kembali jebol pada menit 73. Kali ini, Rudi mencatatkan namanya di papan skor setelah tendangan mendatarnya tidak bisa digapai oleh Galih Sudaryono. Kedudukan menjadi 2-0 untuk keunggulan Semen Padang sekaligus merubah agregat menjadi sama 2-2.

Setelah gol Rudi, tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan. Dengan skor agregat 2-2, pertandingan pun akhirnya dilanjutkan melalui babak adu penalti.

Pada babak adu penalti ini, Semen Padang mendapat kesempatan pertama untuk melakukan eksekusi penalti. James Koko Lomell yang ditunjuk sebagai eksekutor pertama Semen Padang berhasil menaklukkan Galih Sudaryono sehingga Semen Padang unggul 1-0.

Srdan Lopicic yang ditunjuk sebagai eksekutor pertama Pusamania pun sekses melakukan tugasnya dengan baik, sehingga kedudukan kembali imbang 1-1.

Petaka mulai datang di kubu Pusamania, setelah eksekutor kedua mereka, Ponaryo Astaman gagal menaklukkan kiper Semen Padang. Sebaliknya, eksekutor kedua Semen Padang, Nur Iskandar sukses menaklukkan Galih Sudaryono. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Semen Padang.

Harapan kembali muncul di kubu Pusamania setelah eksekusi penalti Novrianto melebar tipis dari gawang Galih Sudaryono. Akan tetapi, Jandia muncul sebagai pahlawan Semen Padang dengan menggagalkan eksekusi penalti Jajang Mulyana.

Kabau Sirah pun akhirnya memastikan lolos ke Partai Final Piala Jenderal sudirman 2015 setelah eksekusi penalti Novan Setya Sasongko tidak bisa diantisipasi oleh Galih Sudaryono.

Semen Padang masih menunggu calon lawannya antara Arema Cronus dan Mitra Kukar yang baru memainkan leg kedua pada hari Minggu (17/1/2016) malam nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.