Anggota Kelompok Bersenjata Raja Rimba di Aceh Menyerahkan Diri ke Polisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





927b3a8c-5b0b-4bf5-8e5a-404077c0b818_169
foto (detikcom)

Banda Aceh, Jelasberita.com| Nasrul alis Sikleung (30), salah satu kelompok bersenjata pimpinan Raja Rimba, akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah bernegosiasi dengan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Saladin selama seminggu.

Setelah menyerahkan diri, Nasrul dijemput Saladin dan beberapa anggota polisi di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Perlak, Aceh Timur, Aceh. Saat itu, ia turun gung setelah mendapat jaminan dari Kabid Humas Polda Aceh.




Proses penyerahan diri dibantu kepala desa dan keluarga dari pihak Nasrul.

“Dia sudah seminggu yang lalu mau menyerah. Tapi karena saya ada tugas, baru sempat menjemput dia kemarin,” kata Saladin saat menggelar konferensi pers di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Minggu (17/1).

Aksi penyerahan diri ini menyusul adanya penyerahan diri dari Din Minimi yang menyerahkan diri setelah adanya jaminan dari pihak kepolisian. Nasrul sendiri menyerahkan diri pada Sabtu (16/1) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut pengakuannya, Nasrul turun pada Jumat malam, namun karena kondisi sedang hujan lebat, ia akhirnya menundanya hingga pagi hari. Di samping menyerahkan diri, dirinya juga menyerahkan satu granat nanas yang masih aktif.




Barang bukti tersebut kemudian disimpan tak jauh dari rumahnya. Tak lama setelah itu, tim Jibom Brimob datang untuk mengamankan granat yang sudah berkarat itu.

“Nasrul tidak punya senjata, hanya granat nanas saja. Itu pun diduga peninggalan konflik,” jelas Saladin.

Menurutnya, Nasrul terlibat dalam penculikan karyawan PT Medco E&P, Marcom Primrose (60) asal Skotlandia di Aceh Timur pada Juni 2013 silam.

Pada saat itu, Marcom diculik kelompok bersenjata pimpinan Raja Rimba dan kemudian dia dibawa ke sebuah gubuk di pedalaman Aceh Timur untuk disandera.

Nasrul sendiri bertugas menjaga sandera. Namun beberapa hari kemudian, Marcom akhirnya dibebaskan Nasrul tanpa sepengatahuan Raja Rimba. Menurut keterangan, Nasrul juga menuntun jalan agar warga Skotlandia tersebut dapat menyelamatkan diri.

“Jadi Nasrul ini tidak terlibat langsung dalam penculikan, ia hanya diperintahkan oleh Raja Rimba untuk menjaga sandera,” kata Saladin.

Sejak peristiwa penculikan tersebut, Nasrul dan anggota kelompok Raja Rimba masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.