Seorang Perawat Tak Sengaja Potong Kaki Bayi Prematur

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





analisadaily.com
analisadaily.com

Albuquerque, Jelasberita.com | Seorang bayi lahir dalam kondisi prematur di New Mexico. Sialnya, seorang perawat tanpa sengaja memotng jari kelingking kaki kiri sang bayi tersebut ketika sedang menggunting plester bedah.

Secara cepat ahli ortopedi segera menjahit kembali kaki sang bayi sekaligus membuatkan gips di kaki bayi prematur tersebut. Namun, hal ini tak berguna sama seklai, pasalnya sirkulasi darah pada jari kelingking bayi yang terpotong tadi sudah tidak berfungsi lagi. Hal ini mengakibatkan sang bayi harus kehilangan jari kelingking kaki kirinya.




Insiden ini dikabarkan terjadi pada Desember 2015 yang silam.

“Ini membuatku marah. Sesuatu seperti ini bisa terjadi,” ujar sang ibu, Erica Hogue.

Menurut pengakuan ibu sang bayi, pihak rumah sakit memang telah melakukan investigasi  terhadap peristiwa tersebut. Ia juga  mengatakan rumah sakit secara pribadi telah meminta maaf kepada keluarga, namun Hogue belum merasa cukup puas.

“Saya percaya bayi saya lebih berharga daripada itu,” jelasnya.




Saat ini, Hogue dan suaminya berencana akan mengambil tindakan hukum atas kejadian yang menimpa pada bayi mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman KOB4 yang dilansir Faxnews, bayi tersebut bernama Devante. Bayi tersebut dilahirkan kembar. Kembarannya bernama Delante.

Kedua bayi kembar tersebut dilahirkan Erica Hogue disaat usia kandungannya berusia 29 minggu. Proses kelahirannya sendiri dilakukan melalui operasi caesar di Rumah Sakit University of New Mexico di Albuquerque.

Berdasarkan info terakhir, kini bayi Devante tersebut telah berusia 8 bulan. Sementara kembarannya, Delante sudah bisa bisa dibawa pulang. Devante sendiri kini masih dirawat di rumah sakit.

“Mereka tidak memperbolehkannya pulang karena dia mengalami pendarahan otak tingkat 3,” ujar Erica Hogue.

Menurut opengakuan dokter yang memeriksa kondisi Devante, ia kemungkinan tidak akan bisa berjalan, berbicara, melihat atau mendengar. Selain itu, sang bayi tersebut juga masih harus berjuang menyembuhkan lubang di jantung, menjalani inkubasi terus menerus, dan tindakan tracheostomy.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.