Pengamat: Aksi Teror di Sarinah Dilakukan Kelompok Terorganisir dan Terlatih

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





pengamanan-pasca-teror_20160115_173122
Petugas bersenjata lengkap berjaga di Sarinah, Jakarta (tribunnews)

Makassar, Jelasberita.com| Teror bom yang terjadi di Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1), masih menyisahkan rasa khawatir bagi masyarkat Indonesia, terkhusus Jakarta. Pasalnya, ledakan susulan atau ancaman teror lainnya bisa saja datang sewaktu-waktu.

Selain itu, pengeboman dan penembakan secara membabi buta yang dilakukan para teroris di tengah kerumunan warga dianggap sebagai sesuatu yang sangat berani dan terorganisir.




Sebelumnya beredar kabar, jika aksi teror yang dilakukan para teroris dilakukan oleh amatiran. Dinilai dari kecilnya daya ledak bom dan sedikitnya jumlah korban. Namun jika dilihat dari aksi berani tersebut, ada kemungkinan bahwa aksi teror kemarin dilakukan oleh profesional.

Menyikapi hal ini, Pengamat Politik dan Hukum Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Arkan Azikin mengatakan, para teroris di Jakarta adalah orang-orang yang sudah terlatih khusus.

“Teroris yang beraksi di Jakarta melakukan perlawanan terbuka dengan aparat polisi dengan cara melempar granat, artinya kelompok teror ini sudah mendapatkan latihan khusus dalam melakukan serangan di tengah kota,” ujar Arkan, Jumat (15/1) seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

Arkan juga menambahkan, teror ini ditujukan kepada pimpinan institusi keamanan dan pimpinan lembaga-lembaha negara sebab berani muncul di pusat ibu kota negara dan melakukan aksi di siang hari yang ramai.




Arkan menjelaskan, peledakan di siang hari, dengan pelakunya yang muncul tanpa penutup wajah memperlihatkan eksistensi kelompok terorisme dengan terbuka kepada pemerintah. Hal tersebut adalah sebuah lompatan keberanian yang dilakukan kelompok teroris tersebut.

Serangan teror di tengah Kota Jakarta ini juga dianggap sebagai upaya para teroris untuk menunjukkan keberadaannya sehinga muda diliput oleh media. Baik media nasional maupun media luar negeri.

“Sarinah Thamrin sebagai titik serangan sangat strategis bagi kelompok teroris untuk menunjukkan eksistensi teroris ini. Karena tidak jauh dari kantor pemerintahan seperti Menkopolkam, Kementerian Pertahanan dan Istana Presiden,” tambah Arkan lagi.

Dia juga menambahkan, aksi teror ini adalah yang pertama yang dilakukan secara terbuka di tengah masyarakat dan di depan aparat kepolisian. Polri dan TNI perlu perketat koordinasi intelijen untuk menangkal ancaman terorisme selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.