Ngaku Bawa Bom, Calon Penumpang di Kualanamu Diamankan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




bda91ef0-9ddf-467d-bf67-c6889a2781d5_169

Medan, Jelasberita.com| Seorang penumpang pesawat Air Asia, diamankan petugas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pasalnya, dia mengaku membawa bom ke bandara.




Kejadian itu terjadi pukul 10.50 WIB, calon penumpang berinisial ST (41) tersebut merupakan penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK 122 dengan tujuan Kuala Lumpur.

“Calon penumpang itu berinisial T (41). Warga Pematang Siantar,” kata Pelaksana Tugas Manager Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto, Sabtu (16/1), seperti yang dikutip dari detikcom.

Pada saat iyu, ST yang sedang diperiksa petugas security door, tiba-tiba saja mengaku membawa bom bersamanya. Petugas Avsec yang mendengar hal itu pun langsung mengamankan ST.

“Setelah yang bersangkutan diamakan, petugas lalu menyerahkannya ke Polsek Beringin, Deli Serdang, guna diproses sesuai ketentuan yang berlalu. Ia (ST) sendiri masih dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian,” jelas Wisnu lagi.




Atas insiden tersebut, Wisnu mengaku aktifitas penerbangan tidak terganggu. Sebelumnya, pada Selasa (12/1) silam, aksi serupa pun sempat terjadi di Bandara Internasional Kualanamu.

Seorang ibu rumah tanggal berinisial SR (52), mengaku membawa bom di dalam tasanya. Ketika diperiksa petugas, tas tersebut berisi roti dan minuman. Akibatnya, ia terpaksa harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Sampai saat ini, belum diketahui motif pasti dari pelaku yang mengaku membawa bom di dalam tasnya tersebut.

Di Sumatera Utara sendiri, khususnya Medan, setelah penyerangan aksi teroris di Jakarta pada Kamis (14/1) lalu, banyak isu-isu adanya bom di beberapa pusat keramaian di kota Medan. Hal tersebut tentu membuat masyarakat menjadi cemas.

Namun demikian, aktivitas di Medan tetap normal walaupun ada isu-isu penyerangan selanjutnya akan dilakukan di Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.