Polisi Lacak Bahrun Naim Sebagai Dalang Ledakan di Sarinah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





d04f35b1-a6ce-4d70-b5b8-9c21c3cb9b98_169
Foto keadaan di jalan MH Thamrin (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Pasca ledakan bom di Sarinah, Jakarta pada Kamis (14/1) kemarin, anggota kelompok ISIS mengklaim bahwa mereka bertanggungjawab atas insiden yang menewaskan 7 orang tersebut. Atas klaim tersebut muncul nama Bahrum Naim sebagai otak dari serangan tersebut.

Nama Bahrum Naim, diungkap oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Tito Karnavian, beberapa jam setelah aparat keamanan mengendalikan keadaan. Tito, pemimpin unit khusus antiteror Densus 88 menjelaskan, Bahrum Naim ingin memimpin kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Asia tenggara atau Katibah Nusantara.




“Dia ingin jadi leader (pemimpin),” ujar Tito.

Tito pun menganalisis, sikap Barum Naim ini menimbulkan persaingan di antara para pemimpin ISIS di wilayah Asia Tenggara untuk menjadi nomor satu.

Karena persaingan tersebut, Tito pun menjelaskan, Bahrum Naim merancang serangan-serangan seperti tembakan dan ledakan di Jakarta kemarin siang. Ia menduga, dengan adanya serangan tersebut, akan menarik perhatian dari para pemimpin ISIS.

Nama Bahrum sendiri diakui bukanlah nama asing bagi aparat keamanan. Bahrum Naim pernah menjalani persidangan dalam kasus kepemilikan ribuan amunis pada 2010. Lalu pada Juni 2011, pria dari Solo, Jawa Tengah ini dijatuhi hukuman 2,5 tahun kurungan penjara.




Juni 2012, ia bebas dan pada awal 2015, keluarganya melaporkan dirinya pergi ke Suriah.

Kelompok ISIS sendiri sudah mengatakan bahwa mereka bertanggungjawab atas serangan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, ditemukan sebuah situs yang berisi pesan provokatif dan nama Bahrum Naim pun muncul.

Saat ditelusuri, situs dengan nama Bahrum Naim itu memiliki sub judul ‘Analis, Strategi, dan Kontra Intelijen’. Beberapa dari judulnya memang bernada provokatif dan perlu diwaspadai. Tulisan pertama di situs itu tertanggal 4 Agustus 2013.

Tito Karnavian sebelumnya menyebutkan, bahwa terdapat pola penyerangan yang berbeda yang dilakukan ISIS dengan melakukan operasi di luar Suriah dan Irak. Tito menyebut Indonesia merupakan salah satu sel ISIS yang hendak dijadikan Bahrum Naim sebagai garda depan di kawasan Asia Tenggara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.