Pasca Teror Bom di Jakarta, Penggalangan Dana Untuk Rio Haryanto Ditunda

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




1524229rio-haryanto-1110780x390




Rio Haryanto (kompas.com)

Jakarta, Jelasberita.com| Karena teror bom pada Kamis (14/1) kemarin, Kemenpora dan Kemeneterian BUMN akhirnya menunda acara penggalangan dana untuk pebalap Rio Haryanto menuju Formula.

Dari rencana awal, acara penggalangan dana tersebut akan dilakukan pada Kamis malam, pukul 19.00 WIB, di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta.

Tetapi sebelum acara dilangsungkan, pada siang harinya terjadi teror bom oleh teroris di kawasan Thamrin, Jakarta. Pemerintah pun langsung menetapkan kondisi siaga 1 di seluruh Indonesia. Hingga malam, petugas kepolisian masih berjaga ketat dan melakukan razia di daerah Thamrin guna mengantisipasi adanya ledakan susulan.

Karena dinilai saat itu belum memungkinkan, Kemenpora bersama Kementerian BUMN terpaksa menunda acara yang awalnya untuk mencari sponsor Rio kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta.




Sampai saat ini, Rio baru bisa mengumpulkan dana sebesar 5 juta Euro untuk ajang balap Formula 1. Padahal ia membutuhkan dana sebesar 15 juta Euro untuk bisa memastikan diri mendapatkan satu kursi di tim Manor.

“Iya, kami tunda karena kami melihat kondisinya belum sepenuhnya kondusif. Penundaan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Gatot S. Dewa Broto, Deputi v Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, seperti yang dikutip dari detikcom.

Ditambahkannya lagi, Kemenpora juga melihat bahwa kondisi tersebut belum memungkinkan untuk menghadirkan banyak sponsor dalam acara itu.

“Kami juga melihat karena kondisi ini kemungkinan bakal sedikit yang hadir jika acara tersebut tetap dilakukan. Makanya tadi atas arahan Bapak Menteri (Imam Nahrawi) dan BUMN memutuskan untuk menundanya,” imbuhnya.

Direncanakan di dalam acara tersebut, nantinya akan ada paparan dari pihak Rio, apakah ibunya atau manajernya untuk memaparkan alasan kenapa Rio harus didukung ke F1, lalu peluangnya seperti apa.

“Memang bukan berarti Rio masuk F1 2016 kemudian bisa melewati (Lewis) Hamilton, tapi at least bisa menyakinkan bahwa Rio punya prospek ke arah sana,” ujar Gatot.

Leave a Reply

Your email address will not be published.