Dirut Sarinah Bantah Kisah Heroik Satpam Sarinah Yang Beredar di Media Sosial

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ff38270b-c297-4bf6-a359-8206d395b786_169
foto ilustrasi (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Beredarnya kisah heroik satpam Sarinah yang mencegah meledaknya bom di Sarinah Departemen Store, membuat masyarakat yang aktif di media sosial bersimpati dan memberikan gelar pahlawan kepada satpam yang dikabarkan ikut meninggal tersebut. Namun demikian, Dirut Sarinah, membantah adanya satpam Sarinah yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kamis (14/1), Jakarta dihebohkan dengan ledakan beruntun yang terjadi di pos polisi kawasan Sarinah di Jalan MH Thamrin. Ledakan itu akhirnya menelan korban jiwa sebanyak 7 orang. Beberapa di antaranya adalah anggota polisi, warga sipil dan pelaku pengeboman itu sendiri.




Namun demikian, beredar kabar yang menjadi viral di media sosial yang menceritakan tentang aksi heroik seorang satpam Sarinah. Dari kabar yang beredar di media sosial, seorang satpam Sarinah menjadi korban tewas akibat serangan teror bom kemarin siang.

Awalnya, satpam tersebut mendeteksi ada pengunjung yang membawa barang berbahaya di pintu masuk Sarinah. Merasa curiga, ia pun akhirnya menggiring pria yang membawa tas yang berisi barang mencurigakan tersebut ke pos polisi di Thamrin.

Sampai di pospol, justru pelaku pengeboman itu meledakkan bom tersebut dan menyebabkan pelaku dan satpam tersebut meninggal dunia, serta anggota polisi dan beberapa warga sipil seperti yang diberitakan.

Terkait hal itu, Dirut Sarinah, Ira Puspadewi, memastikan bahwa tidak ada satpam atau petugas keamanan Sarinah yang menjadi korban ledakan bom maupun tembakan teroris pada Kamis (14/1) kemarin. Ia memastikan, informasi yang beredar terkait aksi heroik satpam Sarinah tersebut tidak benar.




“Kabar yang menyatakan ada upaya orang masuk ke Sarinah, kemudian diamankan Satpam ke pos polisi itu tidak ada, tidak benar,” tegas Ira di depan Mal Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (15/1), seperti yang dikutip dari detikcom.

Hal senada juga dikatakan komandan satpam Sarinah, Agus Ramdhani. Menurutnya, tidak ada anak buahnya yang mengalami insiden seperti yang tersebar di infomari tersebut.

Ira juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar. Dia justru meminta agar warga tetap beraktifitas normal dan tidak perlu cemas berlebihan.

“Logikanya kalau mau diledakkan, ya ledakkan saja di Sarinah, tidak sampai ke pospol. Yang jelas, saya memastikan informasi itu tidak benar,” tegas Ira lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.