Dilumpuhkan Dalam 4 Jam, Aksi Teror Sarinah Gagal Total Dan Pelaku Masih Amatir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




sindonews.com




sindonews.com

Jakarta, Jelasberita.com | Kepala Badan Penanggulangan Terorisme, Saud Usman Nasution mengatakan bahwa teror bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) masih dapat digolongkan sebagai bentuk baru aksi teror. Terlihat sangat jelas pelaku masih amatir dan dapat dinyatakan kalau teror di Sarinah ini telah gagal total. Sebab, dilakukan pada siang hari, di ruang terbuka, ledakkan bom bunuh diri dan beberapa kali telihat pelaku memberondong warga dengan senapan yang tidak jelas arahnya.

“Karena mereka sudah mengilhami prinsip jihad yang keras. Pola pikirnya kan sudah di alam akhirat. Keinginannya untuk jihad, untuk masuk surga. Dia sudah melupakan kehidupan dia di dunia. Sehingga dia tidak melihat apapun resikonya,” kata Saud.

Menurutnya juga aksi teror bom di Sarinah tersebut juga dianggap sebagai aksi yang sangat ceroboh. Hal ini dapat dilihat dengan keberhasilan petugas yang dapat melumpuhkan beberapa pelaku pemboman dan penembakan hanya dalam waktu 4 jam saja.

“Dia kan sudah belajar cara melakukan penyerangan, itu kan bisa dipelajari dari sosial media. Kemudian juga dia kan belajar dalam membuat bom. Kemudian juga dia akan mencari Amaliah, target. Menjelang Tahun Baru dan Natal kemarin kan ada banyak target Amaliah, tapi karena aparat siap semua, sehingga tak ada peluang untuk dia,” tuturnya.




Kuat sekali dugaan bahwa teror di Sarinah ini merupakan aksi yang diotaki oleh kaki tangan dari anggota ISIS, Bahrun Naim, sebab cara dan pola yang dilakukan dalam aksi teror ini mirip dengan strategi ISIS. Mereka lebih menunjukkan eksistensi nya dalam melaksanakan jihad menurut mereka.

Disamping aksi teror tersebut, ada sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa terorisme yang terjadi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, gagal total. Hal ini terbukti dengan aktivitas masyarakat yang berjalan normal pada hari ini, Jumat (15/1), bahkan saat insiden itu terjadi.

Tokoh agama Romo Benny Susetyo mengatakan, aksi teror di Sarinah tidak berdampak buruk bagi masyarakat Indonesia, suasana tegang hanya terjadi di lokasi kejadian. Sedangkan 100 meter diluar lokasi, perekonomian tetap berjalan normal. Menurutnya, Bangsa Indonesia sudah kebal dan memiliki rasa persatuan yang kuat.

“Teror menciptakan takut dan cemas, tapi gagal. Lihat masyarakat beraktivitas normal, jalanan tidak kosong, tapi kita memang tetap waspada,” kata Romo di Jakarta pada Jumat (15/1).

Romo juga menambahkan dengan adanya peristiwa ini jutru membuat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia justru semakin kuat. Ini dapat dilihat baik dari sejumlah tokoh maupun dari media sosial. Karena menurutnya, Media Sosial sangat efektif untuk mengontrol kondisi masyarakat.

“Banyak yang merasa marah karena ada korban, ekonomi mulai membaik, tetapi semua tokoh manyerukan jangan takut, jangan khawatir. Media sosial juga mampu memberikan rasa aman pada masyarakat,” ujarnya.

Romo juga mengatakan bahwa masyarakat tidak merasa takut sama sekali terhadap peristiwa ini, kalaupun ada rasa takut, hanya beberapa menit saja setelah ledakan tersebut terjadi, tapi semua cepat berubah bahkan hari ini.

“Pedagang sate gerobak, tukang kopi keliling yang masih berdagang menggambarkan seakan tidak terjadi apa-apa, warga tidak takut,” katanya.

Romo juga mengutuk serangan teroris tersebut. Terorisme adalah musuh bersama. “Mereka mengingkari kemanusiaan, mengingkari sang pencipta,” tegas Romo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.