Ledakan Beruntun di Sarinah dan Palmerah Diduga Pengalihan Isu Terkait PT Freeport

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




12548935_501549293357921_7757607101802339645_n




postingan yang membuat dugaan ledakan Sarinah adalah pengalihan isu (Facebook)

Jakarta, Jelasberita.com| Terjadinya serangkaian ledakan di kawasan Sarinah Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat siang ini, memang telah menjadi topik hangat di kalangan netizen Indonesia. Dari kabar yang beredar, 6 orang menjadi korban atas ledakan tersebut. Namun kemudian, atas ledakan yang belum diketahui apa motif dan pelakunya tersebut, muncul dugaan bahwa ledakan di pos polisi tersebut hanyalah pengalihan isu belaka.

Setelah beredarnya gambar yang muncul di media sosial Facebook yang mengingatkan bahwa hari ini adalah batas waktu untuk PT Freeport tawarkan saham, timbul dugaan bahwa adanya kasus ledakan siang ini hanyalah dijadikan sebagai pengalihan isu atas perusahaan besar tersebut.

Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa PT Freeport Indonesia (PTFI) belum juga menawarkan sahamnya. Padahal batas waktu penawaran jatuh pada hari Kamis (14/1).

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM, Bambang Gatot menegaskan, bahwa meski telah jatuh tempo, pihaknya tidak akan memberi perpanjangan waktu untuk penawaran saham.




“Enggak ada perpanjangan waktu,” kata Bambang, Rabu (13/1).

Dikatakan Bambang, Kementrian ESDM akan menunggu kepatuhan perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut dalam menawarkan saham sebesar 10, 64 persen. Kewajiban divestasi Freeport mengacu ke Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014, dalam beleid tersebut mengatur tiga kategori divestasi perusahaan tambang asing. Jika perusahaan tambang asing hanya melakukan kegiatan pertambangan maka divestasi sebesar 51 persen.

Untuk divestasi Freeport, dilakukan beberapa tahap, pemerintah telah memiliki 9,36 persen, saat ini Freeport wajib melepas 10, 64 persen saham dan di 2019 sebesar 10 persen saham.

Atas fakta tersebut, banyak masyarakat yang menduga bahwa ledakan bom di Sarinah tersebut hanyalah pengalihan isu agar masyarakat teralihkan dari kasus Freeport yang mencoba tidak patuh pada peraturan divestasi pertambangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.