RI Sampaikan Duka Cita Atas Ledakan Bom Bunuh Diri di Istanbul

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





8f251925-f420-4aab-81f6-e3c51c1d935d_169
Masjid Biru Turki/istimewa

Istanbul, Jelasberita.com| Selasa (12/1) pukul 10.20 waktu setempat, terjadi ledakan bom di area Sultahanment di Kompleks Hagia Sophia, Istanbul, Turki. Ledakan itu mengakibatkan 11 orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka.

Kejadian itu terjadi di dekat Masjid Biru yang terkenal sebagai salah satu tujuan wisata dunia. Dan sekarang, kawasan di sekitar lokasi kejadian sudah ditutup. Jumlah korban jiwa masih diperkirakan akan bertambah akibat ledakan tersebut.




Pemerintah Turki sendiri memastikan bahwa ledakan yang terjadi di Istanbul itu adalah peristiwa bom bunuh diri. Pelakunya telah diidentifikasi sebagai seorang pria asal Suriah.

“Hal ini membuktikan bahwa ledakan itu dilakukan oleh seorang pelaku bom bunuh diri. Pelaku kelahiran Suriah tahun 1988. Fragmen tubuhnya telah ditemukan di tempat kejadian,” kata Kurtulmus, Wakil Perdana Menteri, seperti yang dikutip dari Sputniknews, Selasa (12/1).

Sebelumnya diberitakan oleh media Turki, para penegak hukum di negara itu percaya bahwa pelaku adalah seorang militan ISIS. Karena Turki sendiri telah menjadi target serangan bom oleh ISIS pada tahun lalu yang terjadi di ibukota Ankara yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Pemerintah dan masyarakat Indonesia sendiri telah menyampaikan duka cita dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban ledakan tersebut.




Kemenlu RI, Rabu (13/1) dalam siaran pers, menyampaikan bahwa sampai sekarang belum mendapatkan laporan adanya WNI yang menjadi korban ledakan tersebut.

Sampai saat ini KJRI terus melakukan koodinasi dengan otoritas Turki dan menghimbau agar WNI yang berada di Turki untuk menghindari pusat-pusat keramaian yang mungkin dapat menjadi target. Sedangkan WNI yang akan bepergian ke wilayah itu, hendaknya diharapkan mempertimbangkan dan dapat memantau perkembangan situasi di sana.

Diketahui sampai saat ini, terdapat sekitar 708 orang WNI yang berdomisili di Istanbul. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa atau WNI yang telah memiliki pekerjaan tetap di Turki.

Leave a Reply

Your email address will not be published.