Netizen: Televisi Rakitan Buatan Anak Bangsa Dilarang, Pembakar Hutan Dibebaskan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: riauone.com
foto: riauone.com

Karanganyar, Jelasberita.com| Seorang Pemuda Kreatif bernama Muhammad Kusrin, mampu membuat Televisi rakitan sendiri serta menjualnya dengan menggunakan berbagai komponen bekas komputer di Desa Jatikuwun, Karanganyar, Jawa Tengah.

 




Namun sayang, kreatifitasnya itu tidak didukung oleh pemerintah serta pihak kepolisian. Ratusan Televisi rakitan hasil dari jerih payahnya tersebut harus dimusnahkan dan dibakar lantaran diduga usahanya tersebut tidak memiliki izin dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

 

Seperti dilansir Tribunnews, kasus yang menimpa Kusrin ini banyak menuai berbagai tanggapan dari para netizen di seluruh Indonesia, lantaran pemerintah dinilai tidak melakukan keadilan dengan benar, serta terkesan tidak memperhatikan dan mendukung kreatifitas dari masyarakatnya.

 




Seperti yang dikatakan oleh salah seorang pengguna Twitter yang menyayangkan sikap pemerintah tersebut. Pemilik akun @bemoljaya mengatakan bahwa seharusnya Kusrin dilakukan pembinaan bukan pembinasaan.

 

“Nasibnya beda dengan pembakar hutan.” Ujar akun @G_pasekuardika.

 

Selain heboh di Twitter, pemberitaan mengenai penangkapan Kusrin tersebut juga ramai diperbincangkan di Facebook.

 

Berbagai komentar juga dilayangkan kepada pemerintah terkait penangkapan Kusrin. “saya heran dengan hukum di negeri ini. nenek penebang sebatang pohon dihukum, pembakar hutan bebas, monitor yang di daur ulang dilarang, barang elektronik luar beredar bebas.” tulis salah seorang pengguna facebook

 

Kusrin dinyatakan bersalah karena dinilai telah melanggar pasal 120 ayat 1 UU Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014, mengenai Perindustrian, dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara serta dengan masa percobaan selama satu tahun, dan denda Rp.2,5 juta.

 

Awalnya, Kusrin sudah meminta izin kepada pemerintah, agar usaha perakitan televisi nya tersebut dapat berjalan, namun hingga diriinya ditangkap oleh pihak kepolisan, izin tersebut belum didapatkannya dari Pemerintah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.