Modus Diajak Nikah, Seorang Guru Pacari Muridnya, Setubuhi, Dan Pergi Begitu Saja

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi: perbuatan mesum di kos-kosan (tribunnews)
ilustrasi

Bogor, Jelasberita.com| Seorang gadis berinisial SK (17) yang masih duduk di bangku SMA, harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya telah ditipu dan di rusak masa depannya oleh seorang oknum guru di sekolah tempat SK belajar, yang juga merupakan pacar dari gadis belia tersebut.

 




Dengan berbekal cincin dan iming-iming akan menikahi gadis tersebut, IM (30) nekat menggerayangi tubuh gadis tersebut. Kejadian tersebut berawal ketika SK yang tengah sakit, berada sendiri dirumahnya. Entah bagaimana, IM tiba-tiba saja masuk ke rumahnya tersebut dan memeluknya dari belakang sembari memperlihatkan sebuah cincin.

 

Seperti dilansir dari Tribunnews, SK mengatakan saat itu dirinya diberikan cincin oleh IM sembari mengatakan bahwa cincin tersebut merupakan tanda keseriusan IM dalam menjalani hubungan dengan SK.

 




“dia ngasih saya cincin, terus bilang percaya saja sama akang.” Tuturnya

 

Ketika IM mulai meraba-raba tubuhnya, SK sempat menolak dan hendak melepaskan diri dari cengkraman pacarnya tersebut. “ihh, apa-apaan sih kang.” Ujar SK kepada IM pada waktu itu.

 

Melihat kondisi pacarnya yang enggan untuk di ‘nodai’, IM pun langsung mengatakan bujuk rayu kepada gadis tersebut, hingga akhirnya dirinya percaya dan rela melakukan hubungan intim tersebut.

 

“percaya saja sama akang.” Ucap SK menirukan perkataan IM.

SK juga menuturkan bahwa awalnya IM meraba-meraba tubuhnya. Kemudian langsung mengajaknya ke kamar untuk melakukan hubungan terlarang tersebut sekitar Pukul 9 malam hingga 10 malam. SK mengatakan bahwa saat itu dirinya percaya saja dengan omongan orang yang lebih dewasa.

 

Namun ternyata, SK harus merelakan bahwa dirinya telah tertipu dan termakan bujuk rayu oleh IM, pasalnya pada Agustus 2015 lalu, IM meminta putus kepada SK melalui SMS.

 

Sementara itu, pada Rabu(12/1) Ibu korban, Sumiati (45) mengatakan bahwa dirinya kaget ketika pertama kali mengetahui bahwa anaknya telah dinodai oleh gurunya sendiri. Sumiati pun berharap bahwa pelaku bisa dihukum dengna seberat-beratnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.