Heboh Baju Agnezmo Pakai Bahasa Arab, MUI Angkat Bicara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





agnez_mo-20160112-025-bambang
AgnesMo dalam pagelaran ulang tahun Indosiar ke-21 (Kapanlagi.com)

Jakarta, Jelasberita.com| Pagelaran ualang tahun stasiun televisi Indosiar yang ke-21, Senin 11 Januari 2016 silam, tampaknya masih membuat heboh dunia maya. Pasalnya, di acara tersebut, Agnes Monica atau Agnez Mo, membuat heboh dunia mata dengan penampilan seksinya di acara itu. Ia memakai atasan fishnet longgar. Yang membuat heboh adalah, baju berwarna hitam itu terlihat bertuliskan huruf Arab.
.
Bukan Agnes Monica namanya bila tak membuat kontroversi dengan penampilannya. Di acara ulang tahun Indosiar beberapa waktu lalu, dia memberikan kejutan dengan menyanyikan lagi barunya yang berjudul Boy Magnet.

Penampilan memukaunya itu ternyata mengundang protes dari netize. Karena kostum yang Agnes kenakan malam itu terdapat tulisan Arab.




Netizen pun bereaksi keras dan memprotes satu sama lain. Mereka mengecap bahwa hal itu melecehkan Agama Islam. Tentu saja hal yang ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang arti dari tulisan tersebut.

Untuk meluruskan masalah ini, salah satu fanbase Agnes Monica pun mengonfirmasi tentang arti tulisan tersebut dengan menanyakannya langsung kepada pihak produsen, KTZ. Pihak KTZ pun memberikan klarifikasi bahwa arti dari tulisan yang terdapat di baju Agnes tersebut berarti United atau persatuan.

Pernyataan itu disampaikan KTZ melalui akun Twitter @AgnezmoHUgeFans dan langsung di-retweet oleh Agnes Monica. Tak lama setelah itu, Agnes Monica juga mengunggah sebuah foto hitam putih dengan caption ‘United#AGNEZMO’ di akun Twitter-nya.

Tulisan itu sendiri dibaca Al-Muttahidah yang berarti persatuan. Menanggapi kehebohan ini, MUI pun angkat bicara melalui Ketua Dakwah MUI Pusat, Cholil Nafis.




“Perlu ditekankan kalau bahasa Al-Quran itu gak boleh. Kalau tulisan Arabnya mah mau ditulis di mana aja juga banyak,” tuturnya saat dihubungi pada Selasa malam (12/1).

Cholil juga menambahkan, kalau bahasa Arab tidak berarti bahasa Al-Quran. Dia menjelaskan secara gamblang, tulisan Arab yang membuat heboh masyarakat tersebut sama sekali tidak mengandung unsur pelecehan sama sekali. Apalagi hal ini tidak ada hubungannya dengan huruf Al-Quran.

“Harusnya sebelum judge bisa bedakan dulu mana bahasa Arab Al-Quran, mana bahasa Arab untuk pemakaian umum. Oleh karena itu saya berbaik sangka apa yang dipakai Agnes itu bukan melecehkan Al-Quran. Kepada masyarakat, hendaknya lebih kritis dan tidak reaktif terhadap sesuatau yang dikira simbol agama. Kita harus bisa bedakan mana yang simbol agama, mana yang hanya karena mirip. Jangan cepat memaki orang dan salahkan orang, ya,” tandasnya.

Cholil juga menambahkan, meski tidak suka karena pakaian yang dikenakan Agnes malam itu vulgar, namun Cholil tak melihat Agnes melakukan kesalahan atau hal yang menyinggung agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.