Dukung Pemerintah Galakkan Industri Kreatif, Universitas Trilogi Pamerkan ‘Karma’ Mereka

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Para Siswa Mendengarkan Penjelasan Karya dan Panitia

 




Geliat Industri kreatif di Indonesia semakin menunjukkan arah perkembangan yang positif. Mengingat industri kreatif di Indonesia saat ini mampu menyerap sekitar 50 persen tenaga kerja. Apalagi pemerintah telah memproyeksikan bahwa industri kreatif akan menjadi tulang punggung perekonomian bangsa ini. Oleh karenanya sudah menjadi kewajiban bagi institusi pendidikan untuk sesegera mungkin merangsang lahirnya generasi-generasi kreatif itu sendiri.

 

Terkait hal ini, salah satu upaya yang dilakukan oleh Universitas Trilogi melalui Fakultas Industri Kreatifnya melakukan pameran yang bertajuk ‘Karma’. “Karma sendiri adalah singkatan dari karya mahasiswa. Jadi disini karya-karya mahasiswa dari Fakultas Industri Kreatif Universitas Trilogi dipamerkan,” jelas Ade Rusmana, panitia pameran ‘Karma’.

 




Tidak hanya berupa pameran berupa karya yang dipajang. Ade Rusmana yang lulus program PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan)  pada program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) ini menjelaskan acara juga dikemas dengan menghadirkan bentuk kreatifitas lainnya. “Disini akan ditampilkan berbagai film dan acoustic performance, pastinya semua yang ditampilkan ini adalah hasil karya dan kreatifitas dari mahasiswa Universitas Trilogi,” sampainya.

 

Sementara itu sebagai pimpinan perguruan tinggi, Rektor Unviersitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin selalu mendukung segala bentuk kreatifitas yang lahir dari mahasiswanya. Tidak hanya mendukung bahkan guru besar bidang statistika ini mensitumulasi secara kontinu mahasiswanya untuk selalu lebih kreatif dan tidak terjebak dalam rutinitas meraih angka indeks prestasi semata.

 

“Kreatifitas mahasiswa harus kita dorong selalu, karena kreatifitas itu sendiri adalah sifat sekaligus anugerah Tuhan. Dengan kreatifitas manusia akan tumbuh berkembang. Mahasiswa-mahasiswa yang kreatif juga bisa melepaskan dirinya dalam jebakan perangkap budaya konsumtif yang sangat menggejala saat ini,” jelasnya

 

Rektor yang aktif menulis di berbagai media ini juga mengatakan para generasi muda seperti mahasiswa harus memperkuat local wisdom dan kepribadiannya. Dengan demikian kreatifitas yang mereka bangun tetap sejalan dengan usaha dalam membumikan keberagaman dan kebudayaan bangsa yang luar biasa ini.

 

Acara yang berlangsung secara seharian ini diselenggarakan pada Selasa (12/1) di Autrium Universitas Trilogi. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa Universitas Trilogi. Karya-karya futuristik mahasiswa Universitas Trilogi ini juga dinikmati oleh pengunjung lainnya seperti masyarakat umum dan para siswa.

 

Maju dan Jaya Industri Kreatif Indonesia!

Leave a Reply

Your email address will not be published.