Diminta Untuk Membuka Jilbab nya, Wanita Ini Keluar Dari Gafatar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: A Bese tengah menunjukan anggota keluarganya yang hilang diduga bergabung dengan Gafatar (tribunnews)
foto: A Besse tengah menunjukan anggota keluarganya yang hilang diduga bergabung dengan Gafatar (tribunnews)

Belopa, Jelasberita.com | pemberitaan mengenai organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar semakin menyeruak. Kali ini justru satu keluarga di Kecamatan Ponrang Selatan menghilang dan diduga turut bergabung dengan organisasi Gafatar tersebut.

 




Seperti dilansir dari laman Tribunnews, seorang wanita bernama A Besse, yang juga merupakan anggota keluarga dari keluarga yang menghilang tersebut mengungkapkan bahwa adiknya yang bernama A Muliani menghilang bersama Burhan Faikal yang merupakan suami dari Muliani, serta anak dari pasangan tersebut bernama Alexandra Abriana yang masih berusia sekitar satu tahun lebih.

Besse juga mengutarakan bahwa sebelum kejadian menghilangnya mereka tersebut, diketahui bahwa Muliani telah menjabat sebagai bendahara Gerakan Fajar Nusantara di daerah Palopo. Sementara suaminya juga turut menjabat sebagai Ketua Gafatar wilayah Kendari.

 

Kepada Wartawan, Rabu (13/1). Besse juga menuturkan bahwa dirinya sempat masuk ke dalam organisasi Gafatar tersebut, dan sempat melakukan serangkaian kegiatan. Besse mengatakan bahwa dirinya ikut bergabung, lantaran diajak oleh sang adik.




 

“awalnya saya diajak, setelah itu saya mulai tertarik dengan berbagai kegiatan sosial yang dilakukan organisasi Gafatar tersebut, seperti donor darah.” tuturnya

 

Tak lama berada di Organisasi tersebut, akhirnya Besse memutuskan untuk meninggalkan Gafatar seusai menghadiri acara deklarasi Gerakan Fajar Nusantara di Gedung CCC Makassar.

 

Besse meninggalkan organisasi tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya dirinya diminta untuk melepas hijab ayang dikenakannya saat menghadiri acara Deklarasi Gafatar di Makassar tersebut.

 

Karena merasa hal itu tidak sesuai dengan keyakinannya selama ini, Besse pun menolak dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Organisasi tersebut. Tidak hanya itu, Besse juga mengatakan bahwa didalam organisasi tersebut, para anggotanya tidak diwajibkan untuk melakukan Shalat dan Puasa.

 

“mereka suruh saya untuk buka hijab, gak Cuma itu aja, mereka juga tidak mewajibkan kitaa untuk shalat dan berpuasa. Saya merasa semua itu gak bener, makanya saya keluar.” Tambah Besse.

Leave a Reply

Your email address will not be published.