Bocah T Korban Pemukulan Oknum Marinir Dipindahkan Ke Safe House

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




f06fc214-fe2d-4955-96f6-b690e1001d64




Ayah bocah T yang berbaju hijau. (detik.com)

Jakarta, Jelasberita.com| Rabu, (13/1), bocah T (12), korban pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Marinir telah dikeluarkan dari rumah sakit. Belum diketahui akan dibawa ke mana bocah yang dibawa ambulans RS Prikasih tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bocah T (12) dipukul dan dianiaya oleh oknum TNI AL setelah dituduh mencuri burung. Korban mengalami sejumlah luka di sekujur wajah dan tubuhnya saat sedang bermain di kawasan Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

Atas insiden itu, korban pun akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Prikasih untuk menjalani sejumlah perawatan. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni’am Sholeh, menjenguk korban dan juga memberikan bantuan keamanan kepada bocah T karena kasus yang dihadapinya rawan ancaman.

Bocah T diangkut dari ruang perawatan di RS Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan, ke mobil ambulans pukul 15.30 WIB. Dia didampingi oleh ayahnya dan juga satu orang perwakilan dari KPAI yang mendampingi bocah T.




Saat ditanyai kepada petugas rumah sakit tentang pemindahan tersebut, petugas mengaku tidak tahu akan dibawa ke mana.
Asrorun Ni’am Sholeh sebelumnya mengatakan, pihaknya akan memberikan perlindungan kepada bocah T. Salah satu bentuk dari perlindungan tersebut adalah menempatakan bocah T di safe house.

Menurut pengamatan Asrorun, bocat T mengalami trauma yang cukup berat. KPAI akan terus mendampingi proses penyembuhan fisik dan psikis bocah kelas 6 SD tersebut.

“Kondisi anak sudah membaik. Akan tetapi masih sangat memprihatikan. Anak ini terlihat sangat trauma, butuh rehabilitasi psikis untuk penghilangan trauma,” kata Asrorun seperti yang dikutip dari detik.com.

Ditambahkan oleh Asrorun, kekerasan tersebut melanggar UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. Kasus tersebut juga akan disampaikan ke mitra kerja KPAI, yaitu komisi VIII DPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published.