Parah,,Seorang Perwira Polda Bali Mengaku Membawa Bom di Bandara Makassar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





detik.com
detik.com

Makassar, Jelasberita.com | Cahyo Widyanto, calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengatakan bahwa dirinya memiliki bom dalam tas bawaannya, ternyata merupakan anggota Puslabfor Polri Cabang Polda Bali berpangkat Inspektur Dua (Ipda).

Menurut Kepala Polres Maros Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Lafri Prasetyo, Cahyo hanya begurau tentang pengakuan dirinya membawa bom dalam tas nya, dan tidak bermaksud melakukan teror ataupun ancaman.




“Jadi, bukan teror atau ancaman bom. Dia hanya bergurau. Pihak Propam Polda Sulselbar sementara memeriksa Cahyo dan meminta keterangannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” katanya.

Meski begitu, kata Lafri, Cahyo tetap diproses secara hukum.

Propam Polda Sulseslbar akan merampungkan penyelidikannya dan akan berkoordinasi dengan pihak Propam Polda Bali.

“Kalau proses pemeriksaan dan penyelidikannya sudah rampung, berkasnya akan dilimpahkan ke Polda Bali.¬†Locus¬†hukumnya berada di Polda Bali. Kalaupun Cahyo akan diserahkan ke Polda Bali, kami akan koordinasi dulu,” tuturnya.




Sebelumnya diberitakan bahwa Cahyo Widiyanto (25), yang tercatat sebagai warga Bunut Wetan RT 002/RW 001, Pakis, Malang, Jawa Timur, diamankan pihak pengamanan bandara dan anggota Polsek Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, karena mengaku membawa bom pada Minggu sekitar pukul 15.00 WITA.

Kepala Polsek Bandara Hasanuddin Inspektur Satu (Iptu) Muhammad Djafar menjelaskan, Cahyo bersama dua rekannya hendak pulang ke Denpasar dengan menumpang pesawat Lion Air bernomor penerbangan 645. Saat melalui alat pemindai, Cahyo mengaku membawa bom.

“Cahyo bergurau membawa bom saat diperiksa petugas. Dia pun langsung diamankan. Begitu pula 7 koli barang bawaannya yang telah dimasukkan ke pesawat, semua disita. Petugas pun langsung memeriksa kembali semua penumpang dan bagasi pesawat,” katanya.

Muhammad Djafar mengungkapkan, setelah semua barang bawaan Cahyo diperiksa, petugas tidak menemukan bom seperti yang dikatakan. Sebanyak 7 koli barang Cahyo adalah oleh-oleh khas Makassar yang akan dibawa pulang ke Denpasar, Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.