Setelah Menabrak, Pria Tionghoa Ini Tidak Mau Tanggung Jawab, Dan Malah Menantang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: tribunnews
foto: tribunnews

Medan, Jelasberita.com| Seorang Pria yang diduga merupakan keturunan Tionghoa, bersikeras untuk tidak bertanggung jawab kepada dua orang perempuan yang telah ditabraknya, Rensi boru Simamora dan anaknya Rida boru Lubis.

 




Pria yang bernama Wendi Kosasi (30) sebelumnya mengenderai sebuah mobil Mitsubishi Pajero putih dengan Plat BK 600 KHO dan kemudian menabrak sebuah sepeda motor Honda Supra BK 5094 ACP yang tengah berhenti di lampu merah Jalan Sudirman, Medan pada Jumat (8/1)

 

Seperti dilansir dari Tribunmedan, pria tersebut tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya menabrak sepeda motor milik Rensi. “ woy, Jangan lebay lah, itu Cuma luka sedikit aja di bibir, ibu gausah kubawa ke rumah sakit, Ibu kubawa aja kekantor polisi, karena ibu gak ada Surat izin mengemudi.” Tegas Wendi dengan nada kasar ditengah kerumunan masyarakat yang melihat kejadian tersebut

 




Karena tidak tega melihat Rensi Boru Simamora yang terus menangis karena kesakitan, warga yang tadinya berkerumun karena melihat kejadian tabrakan tersebut, langsung melawan dan memaksa Wendi untuk bertanggung jawab dan segera membawa ibu dan anak tersebut untuk berubah ke rumah sakit.

 

Salah seorang Warga bernama Bana yang kesal melihat keangkuhan dari Wendi, sempat melontarkan makian kepadanya. “woy, kau jangan sok anggar keras, siapa deking kau rupanya?, setan kau memang!, gausah kau bawa-bawa deking polisi kau.” Teriak Bana dengan nada lantang.

 

Wendi yang mendengar hal itu justru malah balik memaki Bana sekaligus menantang, “kau pun gausah sok keras juga, gausah banyak komentar kau.” Balas Wendi, sembari mencoba menghubungi kerabatnya melalui telepon genggam dengan menggunakan bahasa hokkian.

 

Selang beberapa waktu, Seorang pria berseragam Sabhara Polresta Medan, mendatangi lokasi. Diduga pria tersebut adalah kerabat dari Wendi yang dihubunginya sejak tadi.

 

Namun, hal itu tidak membuat gentar para warga yang kesal dan sudah berkerumun ingin mengeroyok Wendi. “heh, gausah kau anggar kan dekingmu sama uangmu itu, nanti kami rusakkan mobilmu, cepat bawa ibu ini.” ucap seorang warga di lokasi kejadian.

 

Polisi yang tadinya ingin bertemu Wendi justru malah mengatakan bahwa, sebaiknya dirinya bergegas mengobati ibu tersebut. “udahla bang, jangan keras. Bawa aja dulu ibu ini ke rumah sakit, nanti baru dibicarakan lagi, jangan sampe tersulut emosi massa.” Ujar oknum polisi tersebut.

 

Setelah kurang lebih 15 menit melakukan perdebatan, akhirnya Wendi berangkat bersama ibu tersebut dengan menaiki mobilnya untuk dibawa ke rumah sakit Elisabeth Medan.

 

 

 

One Response to "Setelah Menabrak, Pria Tionghoa Ini Tidak Mau Tanggung Jawab, Dan Malah Menantang"

  1. Optimus Purba   25 Januari 2016 at 21:07

    Agak sedikit ga masuk akal sih, dari foto TKP tepat di depan sekolah immanuel, nah warga sekitar itu warga mana ya? Setau saya ga ada rumah warga disana yg ada juga hotel polonia dan warkop jurnalis.. mungkin warga sekitar itu org2 yg ngakunya wartawan yg tiap hari nongkrong di warkop jurnalis dan kelaparan berita..apa mungkin si cina ini dijebak untuk berita baru? Who knows!!!

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.