Dianggap Mengganggu Seorang Muslimah Diusir Saat Kampanye Donald Trump

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




014943800_1452315137-20160109-Kampanye_Trump3




Aksi pengusiran dalam kampanye Donald Trump ((REUTERS/Chris Keane)

North Carolina, JelasBerita.com| Jumat 8 Januari 2016, seorang muslimah bernama Rose Hamid datang ke kampanye Donald Trump yang digelar di Rock Hill, North Carolina. Muslimah berjilbab itu mengenakan kaus biru bertuliskan, “Salam, I come in peace”— Salam, sayang dengan damai.

Dibahunya tertempel kertas kuning berbentuk bintang yang bertuliskan “muslim”. Di kampanye itu, tak ada satu pun yang disampaikannya. Rose Hamid hanya berdiri diam di belakang kandidat calon presiden Amerika Serikat yang sedang berpidato dengan berapi-api itu. Trump menuding bahwa pengungsi dari Suriah yang lari ke negeranya telah tergabung dalam ISIS.

Sebelumnya, Trump pernah mengumumkan agar muslim dilarang masuk ke Amerika saat kampanye berlangsung. Pernyataan itu mendapatkan pertentangan banyak orang. Dari Gedung Putih hingga para petinggi dunia.

Di acara yang sedang berlangsung itu, meski Hamid hanya berdiri diam, ia dianggap sebagai sebuah gangguan. Atas intruksi staf kampanye, para pendukung meneriakkan nama Trump berkali-kali sambil menunjuk ke arah Hamid dan Marty Rosenbluth, pria yang berdiri di sebelahnya hingga kerusahan terjadi.




Selain Hamid, ada 3 orang lain yang dikeluarkan. Mereka semua mengenakan tanda bintang dari kertas kuning yang bentuknya mirip dengan yang dikenakan kaum Yahudi di tengah holocoust pada era Hitler.

Aparat kemudian muncul dan mengusir mereka demi keamanan. Keduanya digiring pergi di tengah sorakan orang ramai. Salah satu pendukung Trump bahkan berseru, “Kau punya bom. Kau punya bom,” katanya. Seperti yang dijelaskan oleh Hamid kepada CNN.

Menurut Mayor Steven Thompson dari Rock Hill Police Departemen, Hamid dipaksa keluar karena pihak penyelenggara kampanya meminta aparat untuk mengusir siapa pun yang menimbulkan gangguan.

Hamid sangat menyayangkan hal itu, karena menurutnya, ia tidak punya niat untuk berteriak atau mengganggu jalannya kampanye Trump. Ia hanya ingin memberikan gambaran pada pendukung jutawan itu, seperti apa sosok seorang muslim yang sesungguhnya.

“Aku mengira, kebanyakan pendukung Trump belum pernah bertemu seorang muslim, jadi aku ingin memberikan mereka kesempatan untuk itu,” katanya lagi kepada CNN.

Leave a Reply

Your email address will not be published.