Blood Us, Susu ‘Darah’ Yang Meramaikan Media Sosial

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





lewat-instagram-susu-darah-dijual-rp-20-02bb1f
Blood Us yang disebut sebagai susu darah. (kapanlagi.com)

Malang, JelasBerita.com| Media sosial memang dapat diibaratkan seperti dua mata pisau. Di satu sisi, ia bisa sangat membahayakan, tapi di sisi lain, ia bisa menjadi partner dalam berbisnis. Media sosial Instagram, kini menjadi media yang paling banyak digunakan masyarakat untuk melebarkan sayap bisnis mereka.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Lutfi Rachmawati (22) dan Ardi Angga (25). Dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, setiap orang dituntut untuk menjadi lebih kreatif. Terinspirasi dari film bertema vampir dan drakula, Lutfi dan Ardi membuat produk minuman susu bernama Blood Us yang dipasarkannya melalui Instagram dan yang lainnya.




Mereka memberi nama Blood Us karena minuman susu ini dikemas di dalam kantong darah. Sehingga kamu akan merasakan sensasi meminum darah seperti drakula dan vampir yang sering diceritakan di dalam film. Karena keunikannya tersebut, maka tak heran banyak yang penasaran dengan minuman Blood Us ini.

Produk ini sendiri tersedia dalam enam varian rasa. Mereka mengawali bisnis sejak April 2015 lalu dan perlahan tapi pasti, mereka mulai mengembangkan bisnis mereka dengan menggunakan media sosial.

“Modal awal sekitar Rp 1,5 juta untuk belanja kemasan dan susu. Setelah berhasil mendapat kemasan blood pack, merk Blood Us dikenalkan di media sosial,” ungkap pasangan yang sama-sama tengah menunggu wisuda dari Fakultas Pertanian di Universitas Brawijaya Malang itu.

Ditambahkannya lagi, setiap pesanan yang berada di kota Malang akan dilayani tanpa batas maksimal. Dan mereka akan mengantarnya sendiri.




Satu kantong Blood Us ini dijual dengan dua puluh ribu rupiah ditambah biaya antar yang dibebankan kepada pembeli.

Menurut kedua sahabat ini, susu Blood Us produksi mereka bisa bertahan selama tiga hari jika disimpan di dalam kulkas. Dan kalau sudah dibuka atau diletakkan di luar kulkas, hanya mampu bertahan kurang dari 24 jam.

“Kami membatasi produksi sampai 30 kantong per hari. Karena masih sibuk juga di kampus,” kata Lutfi yang sebelumnya juga berbisnis smoothies ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.