Astaga, Seorang Anggota ISIS Ini Tega Eksekusi Mati Ibu Kandungnya Sendiri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto: Republika




foto: Republika.co.id

Raqqa, Jelasberita.com| Seorang Pemuda bernama Ali Saqr (20) yang juga merupakan anggota militan ISIS, tega membunuh ibu kandungnya sendiri di sebuah alun-alun terbuka, lantaran sebelumnya sang ibu meminta sang anak untuk keluar dan meninggalkan ISIS.

 

Observatorium HAM Suriah, Seperti dikutip AFP dan Republika, mengatakan bahwa Ali tega melaporkan ibunya sendiri yang bernama Lina kepada Pihak Berwenang ISIS karena telah membujuk anaknya untuk kabur dan keluar dari kota meninggalkan ISIS. hingga akhirnya ISIS menangkap ibu tersebut dengan dakwaan melakukan murtad.

 




“Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu lalu, Ibu tersebut dieksekusi oleh putra kandungnya sendiri dengan cara ditembak sampai mati, di hadapan ratusan orang, di sebuah kawasan didekat gedung Kantor Pos, Kota Raqqa. Kejadian tersebut pun sempat diunggah ke media sosial.” Tambah Observatorium

 

Rami Abdel Rahman, Selaku Kepala Observatorium mengatakan bahwa Ibu tersebut diperkirakan berusia 40 tahun dan tinggal di sebuah kota kecil bernama Tabaqa, namun bekerja di Raqqa. Rami juga mengatakan bahwa peristiwa mengenaskan tersebut lantas mendapat berbagai kecaman luas dari para pengguna sosial media.

 

Raqqa sediri merupakan sebuah kota yang di klaim kelompok militan ISIS sebagai ibu kotanya. Di kota ini, ISIS memberlakukan hukum islam yang sangat keras di wilayah-wikayah tempat ISIS berkuasa.

 

Observatorium juga menambahkan bahwa ISIS memberlakukan sistem hukuman mati bagi siapa saja yang melakukan homoseksualitas, mempertontonkan auratnya, berzina, melakukan persetubuhan dengan binatang. Selain itu juga ISIS akan mengeksekusi siapa saja yang melakukan pemblokiran jalan, berkhianat, atau bekerja bagi musuh-musuh ISIS.

 

Selain itu, ISIS juga menghukum mati, siapa saja yang menyiksa atau menangkap berbagai musuh musuh ISIS, tanpa sepengetahuan dari pihak berwenang dari kelompok militan tersebut.

 

Hukum lain yang diterapkan oleh ISIS di wilayah-wilayah kekuasaannya antara lain seperti tentang pelegalan memiliki tentara anak, dan budak.

 

Observatorium Suriah telah berhasil mendokumentasikan berbagai pembunuhan yang dilakukan ISIS sejak Juni 2014. Ada sekitar 3.707 orang yang dibunuh oleh kelompok iSIS diantaranya terdri dari 2.001 warga sipil, 106 perempuan, serta 77 anak-anak. Namun untuk soal pembunuhan ibu kandung dari anggota ISIS ini baru pertama kalinya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.