Minta Gratisan Dugem, Abang-Adik Lempari Diskotik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





lampungtoday.com
lampungtoday.com

Medan, Jelasberita.com | Ada-ada saja ulah dua kakak beradik ini, Raja Nampat Ginting dan Boby Raja Nampat Ginting serta seorang rekannya, Sopar. Hanya gara-gara tak dikasih masuk secara gratis ke salah satu diskotik, kedua abang beradik tersebut merusak pintu masuk hiburan malam di Jalan Nibung tersebut.

Akibatnya, pintu diskotik yang terbuat dari kaca itu pecah. Tak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, dipastikan diskotik milik Lee Sam itu mengalami kerugian jutaan rupiah.




Informasi yang diperoleh dari kepolisian, Kamis (7/1/2016), aksi brutal sang abang beradik an rekannya itu terjadi Selasa (5/1/2016) dini hari sekitar pukul 01.30 Wib. Saat itu, ketiganya hendak masuk ke diskotik untuk menikmati dentuman musik dunia gemerlap (dugem). Akan tetapi, ketiganya diusir petugas keamanan diskotik karena ketiga pemuda tersebut memaksa masuk secara gratis.

Kesal tak dikasih masuk, ketiganya pun meninggalkan diskotik itu. Namun, tak beberapa lama pergi. Namun, tak berapa lama ketiganya kembali lagi sambil melempari diskotik hingga membuat pintu lobi yang terbuat dari kaca pecah. Selanjutnya mereka pun pergi dan melarikan diri.

Pihak diskotik pun tak terima dengan ulah ketiga pemuda tersebut. Karyawan dan petugas keamanan melaporkan kepada pemilik diskotik, Lee Sam yang kemudian melaporkan ke Polresta Medan, dengan Nomor: LP/1.78/XII/2015/SU/Polresta Medan.

Mendapat laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selanjutnya berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Medan Baru.




Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Adhi Putrantu Utomo mengatakan, setelah melakukan penyelidikan akhirnya ditangkap seorang pelaku bernama Raja dari kediamannya di kawasan Sekip, Medan Petisah, Rabu (6/1) malam.

“Mereka ini awalnya diusir dari diskotik karena membuat rusuh. Selanjutnya, mereka ini datang lagi bersama beberapa rekannya. Akan tetapi, mereka tak dikasih masuk karena telah membuat rusuh. kemudian mereka keluar lalu melempari pintu kaca dan kabur,” ujar Adhi.

Disebutkannya, dua pelaku, Boby dan Sopar belum tertangkap. Saat ini keduanya masih dalam pengejaran. “Kita masih mendalami kasusnya dan anggota masih dilapangan mengejar kedua pelaku yang belum tertangkap,” ungkap Adhi.

Ia menambahkan, akibat perbuatannya ketiga pelaku ikenakan Pasal 170 KUHP Pidana tentang pengrusakan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.