Kuburan Allya Akan Dibongkar Untuk Autopsi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





541d1667-660f-4e65-8207-b2ea3d3f1ec0_43
ilustrasi Chiropractic (detik.com)

Jakarta, JelasBerita.com| Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, memutuskan akan membongkar kuburan Allya Siska Nadya, wanita yang diduga tewas karena malpraktik di Chiropractic First, PIM 1, Jakarta Selatan. Pembongkaran makam tersebut bertujuan untuk kepentingan autopsi guna menyelidiki penyebab kematian korban.

Menurut Dikrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, pihaknya dapat melakukan autopsi terhadap jenazah yang dinilai meninggal tidak wajar, meski tidak mendapatkan izin dari pihak keluarga.




“Kami tetap akan autopsi. Kami sedang koordinasi dengan dokter forensik, kemungkinan Minggu akan kita bongkar,” ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/1) sebagaimana yang dilansir dari detik.com.
Dia juga menjelaskan, dalam undang-undang disebutkan, polisi dapat mengambil tindakan autopsi terhadap jenazah untuk kepentingan penyelidikan.

“Kami berdasarkan yuridis KUHAP pasal 134, maka kami berkewajiban melakukan autopsi dengan memberitahukan kepada keluarga korban. Kemungkinan besar kami akan melakukan autopsi,” ujarnya.

Krishna juga menambahkan, meski jenazah korban sudah lima bulan dikubur, tim forensik masih bisa mengambil sampel dari jenazah korban untuk diautopsi. Dia juga menegaskan pihaknya bukannya lamban dalam menangani kasus tersebut.

Namun karena menemui hambatan yang salah satunya, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah. Dengan autopsi tersebut, polisi bisa mengetahui penyebab kematian korban yang nantinya menjadi salah satu alat bukti untuk menentukan langkah penyelidikan lebih lanjut.




Kasus itu sendiri berawal dari korban yang bernama Allya Siska yang melakukan terapi Chiropractic. Terapi Chiropractic disebut berisiko membahayakan nyawa. Risiko ini muncul jika tindakan manipulatif dilakukan berlebihan. Tindakan seperti tarik leher, memiringkan kepala atau organ tubuh lainnya termasuk tindakan manipulasi yang tidak boleh dilakukan dokter.

Diberitakan sebelumnya, Allya Siska sebelum meninggal, diduga karena malpraktik yang dilakukan Chiropractic asal Amerika Serikat, Dr. Randall Cafferty di Chiropractic First cabang Pondok Indah Mal (PIM) 1.

Belum diketahui pasti bagaimana Randall bisa praktik di Indonesia, sebab sebuah dokumen di situs Board of Chiropractic Examiners milik pemerintah negara bagian California menyebut nama Randall dalam daftar terapi yang bermasalah dengan izin praktik. Dari dokumen tersebut, menyebut Randaal terkait pelanggaran ‘unprofessional conduct’ dan ‘conviction of a crime’.

One Response to "Kuburan Allya Akan Dibongkar Untuk Autopsi"

  1. Era   10 Januari 2016 at 10:03

    sipp deh admin utk sharenya, masuk akal dan saya setuju, memang benar mimpi semacam itulah yng sedang trending hari
    ini

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.