Kisah Tragis Angeline Diangkat ke Layar Lebar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





film-angeline_20160107_134615
Produser, sutradara, kru, sekaligus sejumlah pemain Untuk Angeline, saat jumpa pers di Dapur Sunda, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2016). (Tribunnews.com)

Jakarta, JelasBerita.com| Kematian bocah 8 tahun asal Bali bernama Angeline membuat heboh media massa beberapa waktu lalu. Kini, sebuah production house baru bernama Citra Visual Sinema mengangkat kisah tragis tersebut ke dalam bentuk layar lebar.

Masih ingat dengan jelas di benak kita bagaimana kasus pembunuhan gadis cilik berumur 9 tahun asal Bali bernama Angeline tersebut. Ia dibunuh secara sadis di rumahnya sendiri. Dua orang telah dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Mereka adalah ibu angkat Angeline, Magriet Megawe dan pegawainya Agus Tay Hamda May. Kasus ini bahkan sampai sekarang masih diusut kebenarannya.




Belum selesai kasusnya, kisah tragis ini sudah diresmikan akan diangkat ke layar lebar oleh Citra Visual Sinema. Untuk memujudkan film bertajuk UNTUK ANGELINE ini, Niken Septikasari selaku produser, sudah mendapatkan izin resmi dari Hamidah, ibu kandung Angeline.

“Rights sudah dapat izin dari ibu Hamidah. Kebetulan saya berteman baik sebelum pembuatan film ini. Saya pemilik hak resmi, urusan itu sudah dipersiapkan secara hitam di atas putih oleh kuasa hukum,” ujar Niken saat jumpa pers di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Kamis (7/1).

Meskipun berlatar belakang tentang pembunuhan sadis yang dialami Angeline, film ini tidak akan menceritakan kasus pembunuhan tersebut. Film ini akan mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu kandung.

Selaku produser sekaligus pemilik rumah produksi PT CVS, Niken mengatakan film Untuk Angeline ini lebih menitikberatkan pada cerita kehidupan dan perjuangan seorang ibu kandung yang terpaksa menyerahkan anaknya kepada orang lain karena kemiskinan.




“Pesannya saya agar film ini ditonton semua orang. Dan pesan film ini adalah untuk semua keluarga, agar apa yang menimpa Angeline tidak terjadi lagi. Memberikan pelajaran agar kemiskinan harus diberantas dan kita harus peduli terhadap anak,” ujarnya.

Niken juga menambahkan, inspirasi membuat film ini karena dirinya adalah seorang ibu. Dia peduli terhadap anak-anak, khususnya kasus yang menimpa Angeline. Selanjutnya dia menambahkan, dia tidak peduli pada hasil akhir penjualan film ini nantinya. Yang terpenting masyarakat bisa belajar banyak dari kisah tersebut. Film ini akan dijadwalkan rilis pada April mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.