Dinilai Tidak Disiplin, Seorang Guru Buat Rahang Muridnya Patah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi penganiayaan
ilustrasi penganiayaan

Palembang, Jelasberita.com| seorang oknum guru dari SMP Azzahra di Jalan Taqwa, Palembang berinisial IS dilaporkan kepada pihak kepolisian lantaran diduga melakukan penganiayaan kepada korban yang merupakan muridnya M SH, 12 tahun, yang menyebabkan rahang siswa tersebut patah.

 




Untuk saat ini Satreskirm Polresta Palembang tengah memproses dan menyelidiki kasus kekerasan terhadap anak ini. Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede SH SIK mengaatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengusut kasus tersebut, namun oknum guru tersebut tidak pernah menghadiri panggilan pemeriksaan yang dilayangkan pihak kepolisian.

 

“saksi terlapor IS, sudah dua kali diberikan panggilan pemeriksaan, namun tidak menghadiri, dan untuk saat ini kita tengah menyiapkan panggilan paksa, bila yang ketiga tidak juga diindahkan dan beliau tidak kooperatid, bisa dilakukan panggilan paksa.” Ucap Maruly pada Kamis (7/1)

 




Seperti dikutip dari laman JPNN.com, Maruly menambahkan bahwa saat ini penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang tengah memproses kasus kekerasan ini, belum dapat menyelesaikan berkas pemeriksaan bila tidak dihadiri oleh saksi terlapor IS. Sejauh ini pun polisi belum bisa memastikan, apa yang melatar belakangi IS menolak panggilan dari petugas tersebut.

 

Namun, Maruly mengatakan untuk sejauh ini oknum guru tersebut terancam hukuman penjara selama 15 tahun, karena melanggar UU Perlindungan Anak No. 35/2014.

 

“iya ini kita mau periksai dia dulu, memang benar dan terbukti, atau tidak. Nanti semuanya bisa dilihat selama proses penyidikan, namun sayang terlapor tidak kunjung datang, dan ini justru memberatkan dirinya.” Imbuh Maruly.

 

Sebelumnya, IS dilaporkan pihak keluarga korban M SH (12) lantaran melakukan kekerasan dan penganiayaan di jam pelajaran olahraga di halaman Sekolah tempat IS mengajar pada (17/11/2015) lalu. IS memukul rahang korban lantaran muridnya tersebut di nilai tidak disiplin. Upaya damai sudah berusaha dilakukan oleh kedua belah pihak, namun tidak membuahkan hasil. Sehingga pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan menilai pihak sekolah dan guru telah lalai dan tidak bertanggung jawab

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.